Menag Dorong IPPNU Perkuat Kaderisasi Pelajar Putri di Pesantren dan Sekolah
GERBANGPATRIOT.COM, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) di kantor pusat Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta. Pertemuan ini membahas penguatan kaderisasi pelajar putri NU, peran santri dalam pendidikan nasional, serta peluang kolaborasi program pengembangan kapasitas generasi muda.
Menag menegaskan bahwa pelajar putri NU memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, IPPNU tidak hanya menjadi ruang kaderisasi organisasi, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan daya saing anak-anak muda, khususnya santri putri.
“Anak-anak Indonesia, termasuk santri-santri kita, memiliki potensi yang sangat besar. Mereka tidak boleh hanya kuat secara keagamaan, tetapi juga harus memiliki kemampuan bahasa, wawasan global, dan kapasitas kepemimpinan,” ujar Menag di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Menag menjelaskan, pesantren memiliki kontribusi besar dalam melahirkan generasi yang kuat secara ilmu, akhlak, dan kemandirian. Ia mencontohkan pengalaman pengelolaan pesantren yang menekankan pentingnya sistem manajemen yang tertata, kaderisasi yang berkelanjutan, serta penguatan kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris bagi para santri.
Menurut Menag, tantangan zaman menuntut santri dan pelajar putri NU untuk tampil lebih percaya diri di ruang-ruang strategis. Penguasaan ilmu agama, lanjutnya, harus berjalan seiring dengan penguasaan teknologi, kemampuan komunikasi, literasi global, serta kepedulian sosial.
“Kalau anak-anak kita dibekali dengan baik, saya yakin mereka mampu bersaing. Bahkan dalam banyak hal, santri kita memiliki keunggulan karena terbiasa disiplin, mandiri, dan memiliki dasar keagamaan yang kuat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Menag juga mendorong PP IPPNU untuk terus memperkuat program-program yang menyentuh langsung kebutuhan pelajar putri, mulai dari peningkatan literasi, kepemimpinan, pendidikan kader, hingga pemberdayaan perempuan muda di lingkungan pesantren dan sekolah.
Ia menyambut baik gagasan PP IPPNU terkait pengembangan program kaderisasi, termasuk rencana kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kapasitas pelajar, pendidikan karakter, serta penguatan peran perempuan dalam masyarakat. Menag menilai, kolaborasi antara Kementerian Agama dan organisasi pelajar seperti IPPNU penting untuk memastikan generasi muda tumbuh dengan identitas keislaman yang moderat, cinta Tanah Air, dan siap menghadapi perubahan zaman.
“Program-program seperti peningkatan kapasitas pelajar, kaderisasi ulama perempuan, dan penguatan kepemimpinan santri putri sangat baik. Ini perlu terus dikembangkan agar anak-anak muda kita memiliki ruang untuk tumbuh dan berkontribusi,” tutur Menag.
Menag juga menyinggung pentingnya akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia, termasuk peluang beasiswa dan program pengembangan kompetensi di dalam maupun luar negeri. Ia berharap pelajar putri NU dapat memanfaatkan berbagai peluang tersebut untuk meningkatkan kualitas diri.
Perwakilan PP IPPNU, Whasfi Velasufah, mengatakan bahwa audiensi tersebut dilakukan untuk melaporkan sejumlah program IPPNU yang telah dan akan dijalankan. Menurutnya, PP IPPNU ingin memperkuat kembali kerja sama yang sebelumnya pernah dilakukan bersama Kementerian Agama.
“Pertama tentu silaturahmi. Kami juga melaporkan apa yang menjadi program-program IPPNU, terutama yang berkaitan dengan kaderisasi dan program-program kolaborasi yang mungkin pernah bekerja sama dengan Kementerian Agama. Kami ingin melanjutkan kerja sama itu,” ujar Whasfi.
Whasfi menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Menteri Agama memberikan arahan agar IPPNU terus memperkuat kaderisasi di berbagai lini pendidikan, khususnya di lingkungan pesantren dan sekolah-sekolah. Menag juga memberikan dukungan terhadap rencana kolaborasi antara PP IPPNU dan Kementerian Agama.
Menurut Whasfi, penguatan kaderisasi menjadi salah satu perhatian utama karena IPPNU memiliki peran penting dalam membina pelajar putri NU agar memiliki karakter, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan yang kuat.
“Arahan beliau yang pertama adalah agar IPPNU terus melakukan kaderisasi, terutama di pesantren dan sekolah-sekolah. Yang kedua, kolaborasi dengan Kementerian Agama juga sangat didukung oleh beliau,” katanya.(rel)
Sumber : Humas kemenag

