JT Fest 2026 Kembali Semarakkan Malioboro, Usung Syiar Islam dan Kampanye Lingkungan

‎GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Gelaran Jogja Takbir Festival (JT Fest) kembali bakal menyemarakkan kawasan Malioboro pada momen Iduladha 1447 Hijriah, 29 Mei 2026 mendatang.

Festival takbir yang digagas Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Yogyakarta itu dipastikan kembali digelar di pusat kota setelah beberapa tahun sempat berpindah lokasi pascapandemi.

Suasana malam takbiran di jantung Kota Yogya pun diprediksi semakin meriah dengan parade kafilah dan atraksi budaya Islami.

Wali Kota Hasto Wardoyo menyambut positif pelaksanaan JT Fest di kawasan Malioboro.

Menurutnya, festival tersebut bukan hanya menjadi media syiar agama, tetapi juga mampu mendongkrak daya tarik wisata Kota Yogyakarta.

“Alhamdulillah, ini keren, karena akan diselenggarakan di kawasan Malioboro pada malam hari. Jadi, pasti indah dan menarik,” ujar Hasto saat menerima audiensi panitia di kompleks Balai Kota Yogyakarta, Rabu (6/5/2026).

Tak hanya mendukung, Hasto bahkan menantang panitia agar JT Fest berkembang menjadi agenda berskala nasional pada tahun-tahun mendatang.

Ia berharap festival takbir tersebut bisa menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota budaya dan religi.

“Ini persiapan untuk tahun depan, kita juga akan mengadakan acara yang sama, tapi pesertanya nasional di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan bisa sukses dan menjadikan Yogya lebih istimewa,” katanya.

Ketua Panitia JT Fest 2026, Luqman Abdurrahman menjelaskan tema yang diusung tahun ini adalah “Muhammadiyah Jogja Songsong Peradaban Hijau Berkemajuan”.

Tema tersebut, kata dia, sejalan dengan program pengelolaan sampah Pemerintah Kota Yogyakarta melalui gerakan “Mas JOS” atau Masyarakat Jogja Olah Sampah.

“Kami ingin mengampanyekan kepada masyarakat tentang kesadaran ekologi melalui festival ini. Jadi, syiar agamanya dapat, kepedulian lingkungannya juga dapat,” ujarnya.

‎RUTE JT FEST 2026
Luqman menambahkan, JT Fest 2026 akan kembali ke “khitah” awalnya dengan mengambil rute di sepanjang Malioboro.

Parade rencananya dimulai dari depan gedung DPRD DIY, menyusuri Malioboro, lalu melakukan display di depan Museum Sonobudoyo atau kawasan Jalan Trikora.

“Alhamdulillah, ada 18 kafilah dari 14 cabang atau kemantren di tingkat Kota Yogyakarta yang insyaallah akan tampil. Kami ingin JT Fest menjadi ikon wisata religi di jantung kota Yogyakarta,” tandasnya. (waw)