Warga Kayen Condongcatur Perkuat Kebersamaan Lewat Program Simpan Pinjam Swadaya

GERBANGPATRIOT.COM, SLEMAN — Semangat guyub rukun dan gotong royong warga Padukuhan Kayen, Condongcatur, Depok, Sleman terus tumbuh melalui kegiatan Simpan Pinjam RW 45 Kayen periode 2026–2029.

Program berbasis swadaya masyarakat itu tidak hanya menjadi wadah pengelolaan keuangan warga, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi lintas RW di wilayah Kayen.

Pertemuan rutin yang digelar Kamis malam, 7 Mei 2026, di Joglo Suratno berlangsung santai, nonformal, namun penuh keakraban.

Pertemuan tersebut tercatat sebagai agenda keempat sejak program berjalan. Warga tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan sambil bercengkerama dan bertukar informasi antar anggota.

Ketua Simpan Pinjam RW 45 Kayen, Untung Maryanto, S.Hut, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dibangun dengan konsep kekeluargaan agar warga semakin dekat satu sama lain.

“Kami ingin Simpan Pinjam RW 45 ini menjadi sarana kebersamaan warga. Tidak sekadar pinjam meminjam, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, guyub rukun, dan saling membantu antar warga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Humas Simpan Pinjam RW 45 Kayen, Wasana, SH. Menurutnya, suasana santai dan terbuka menjadi kekuatan utama kegiatan tersebut.

“Pertemuan dibuat santai dan terbuka agar semua anggota merasa nyaman. Bahkan warga dari lintas RW bisa saling mengenal lebih dekat sambil menikmati suasana kebersamaan di Joglo Suratno,” katanya.

Hingga 7 Mei 2026, jumlah anggota tercatat mencapai 97 orang yang berasal dari RW 43, RW 44, dan RW 45 Kayen Condongcatur.

Dalam mekanisme yang diterapkan, setiap anggota diwajibkan memiliki saham awal Rp500 ribu serta membayar iuran rutin Rp50 ribu.

Sementara itu, tabungan tambahan diberikan secara fleksibel sesuai kemampuan masing-masing anggota. Untuk peminjaman, biaya administrasi ditetapkan 2 persen dengan bunga tetap 1 persen.

Program simpan pinjam tersebut dirancang berjalan selama tiga tahun atau 30 kali pertemuan hingga masa tutup buku.

Setelah itu, pengurus akan menggelar pembagian hasil usaha kepada anggota sesuai kesepakatan bersama.

Menariknya, setiap pertemuan rutin juga selalu diwarnai sajian sederhana seperti wedang jeruk, kopi, teh, tape, hingga makanan ringan hasil donasi sukarela anggota.

Tradisi kecil itu justru menjadi simbol kuat kebersamaan warga Kayen dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis guyub rukun. (adr)