Seniman Johan Angkat Refleksi Kehidupan Lewat Karya Dekoratif-Figuratif di “Living Walls”
GERBANGPATRIOT.COM, YOGYAKARTA — Pameran seni INNSiDE Art Exhibition 2026: “Living Walls” tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya visual, tetapi juga medium refleksi perjalanan hidup para seniman yang terlibat di dalamnya. Salah satu seniman Bernama Johan, mengungkapkan bahwa karya yang dipamerkannya lahir dari pengalaman personal dan menjadi representasi titik balik kehidupan pascapandemi COVID-19.
Johan menjelaskan, karya yang ditampilkan dalam pameran cenderung mengusung gaya dekoratif-figuratif yang masih memiliki keterkaitan dengan pendekatan naive art, selaras dengan tema besar pameran.
Menurutnya, proses kreatif yang dijalani tidak terlepas dari perjalanan hidup dan pengalaman pribadi yang membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan.
“Ini tentang titik balik kehidupan. Proses kekaryaan saya sendiri mengikuti jejak rekam pengalaman hidup,” ujar Johan saat ditemui di sela pameran di INNSiDE by Melia Yogyakarta
Ia mengaku fase setelah pandemi COVID-19 menjadi momentum penting yang memengaruhi arah artistiknya. Dari pengalaman tersebut, Johan mencoba menerjemahkan pesan tentang keseimbangan hidup, pengendalian diri, dan niat baik melalui karya visual yang ia tampilkan.
Dalam karya-karyanya, unsur simbolis hadir lewat permainan warna, garis, dan bentuk visual yang sarat makna. Warna-warna seperti ungu (purple) dan pola garis disebut menjadi simbol proses kehidupan yang terus bergerak.
“Visual saya memang sepintas terlihat naif, tetapi sebenarnya ada simbol-simbol tentang proses kehidupan. Warna ungu, garis-garis, itu menggambarkan perjalanan hidup juga,” katanya.
Sebagai seniman, Johan menilai proses berkarya tidak cukup hanya dilakukan di studio, tetapi juga harus dibarengi dengan keterlibatan aktif di ruang seni publik.
Ia menekankan pentingnya mengikuti pameran, membangun relasi komunitas, hingga membuka peluang kolaborasi untuk memperluas jejaring.
“Kalau namanya seniman, kita harus aktif. Ikut pameran, membangun relasi komunitas, bahkan mengikuti kompetisi untuk memperluas jaringan,” ujarnya.
Johan juga menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa dan calon seniman, agar tidak ragu menekuni dunia seni meskipun penuh tantangan.
Menurutnya, setiap orang sejatinya memiliki sisi kreatif dan jiwa seni, sehingga yang terpenting adalah keberanian memulai serta konsistensi menjalani proses.
“Jangan takut. Semua orang sebenarnya punya jiwa seni. Kalau sudah punya niat dan keyakinan, proses itu akan membimbing kita. Optimisme penting karena akan membuka jalan dan jaringan,” tuturnya.
Pameran “Living Walls” berlangsung mulai 13/5/26 – 13/11/26) di area INNSiDE by Melia Yogyakarta, Sleman. Pameran ini menghadirkan karya-karya seniman lokal dengan pendekatan visual ekspresif, imajinatif, dan penuh warna sebagai bagian dari penguatan ekosistem seni di Yogyakarta. (Aga)

