Disdik Harapkan Proyek Rehabiliasi SD dan SMP Negeri Agar Berkwalitas Maksimal
GERBANGPATRIOT.COM, Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi dalam APBD tahun 2026 ini melalui dinas teknis, dinas Perkimtan tengah menggelontorkan anggaran miliaran rupiah untuk pembangunan konstruksi rehabilitasi SMP dan SD negeri di Kota Bekasi. Diantaranya, SDN Mustika Jaya II dan IV, SDN Jati Sampurna III, VIII dan IX, SDN Harapan jaya IV dan V, SDN Harapan Mulya I dan II hingga SDN Bekasi Jaya III, V dan VIII hingga SDN lainnya. Sedangkan untuk SMPN, diantaranya konstruksi pembangunan gedung SMPN 30, SMPN 25, SMPN 29, SMPN 24, SMPN 4 dan lainnya.
Tentang pelaksanan kegiatan pembangunan konstruksi bangunan sekolah tersebut masyarakat merasa senang dan mendukung progres pelaksanaannya demi peningkatan kwalitas bangunan gedung sebagai sarana tempat belajar-mengajar.
Hal sama dikemukakan H Agus Enap, kepada bidang pembinaan SMP pada dinas pendidikan Kota Bekasi. “Ya bang, tentu kita mendukung kegiatan rehabilitasi bangunan sekolah tersebut, sebab kondisinya memang sudah sangat membutuhkan perbaikan” ujar Agus Enap di ruang kerjanya pada Rabu, 13 Mei ’26.
“Kondisi bangunan sekolah tersebut memang sudah tua, lama. Jika tidak segera diperbaiki kita khawatirkan bisa roboh dan jika roboh dampaknya bisa mengganggu kegitan proses belajar mengajar di sekolah” timpalnya.
Ketika dikonfirmasi lebih jauh, banyak juga kondisi sekolah lain yang sudah layak untuk diperbaiki, Agus Enap menjelaskan dikarenakan anggaran yang terbatas, kalau keinginan kita tentu masih banyak lagi. Sehingga skala prioritaslah yang lebih dahulu dikerjakan.
Ia juga akan tetap mendorong, agar kegiatan rehabilitasi ini dilanjutkan pada anggaran belanja mendatang. Untuk kinerja rekanan yang mengerjakan proyek tersebut diharapkan agar dapat bekerja secara maksimal, tepat mutu tepat waktu sesuai dengan standar yang diharapkan.
Hal senada juga diutarakan Raden Indra Eka Putra, kepala bidang pembinaan SD pada dinas pendidikan kota Bekasi.” Ya bang, kita di dinas pendidikan dalam kaitannya dengan proyek rehabilitasi konstrusi bangunan SD negeri tersebut hanya penerima manfaat, teknis pelaksanaannya pada dinas Perkimtan,” ujar Raden Indra Eka Putra di ruang kerjanya pada hari yang sama.
“kita mengajukan sejumlah 27 SDN untuk diperbaiki/direhabilitasi, namun mungkin karena keterbatasan anggaran maka diprioritaskan lah beberapa SDN yang diperbaiki,” timpalnya.
Selain itu memang ada anggaran pemeliharaan bangunan sekolah yang bersumber dari dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) namun nilainya sangat kecil, tidak seperti anggaran yang ada di dinas Perkimtan, terangnya.
“kita berharap untuk kegiatan konstruksi rehabilitasi banguan SDN tadi dapat dikerjakan dengan baik, sehingga anak-anak di sekolah dapat belajar dengan maksimal, aman dan nyaman.” Pungkasnya. (Hans)

