Terungkap, Terduga Pelaku Pemukulan Guru MTs di Patia Bukan Pegawai SPPG MBG
GERBANGPATRIOT.COM, Pandeglang – Seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) berinisial S, warga Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, diduga menjadi korban pemukulan di lingkungan sekolah.
Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh seorang warga yang disebut bukan pegawai maupun relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Kecamatan Pagelaran.
Selain berprofesi sebagai guru, korban diketahui juga bertugas sebagai PIC dapur SPPG MBG di Desa Surianeun, Kecamatan Patia.
Madi, kakak kandung terduga pelaku, menegaskan bahwa adiknya tidak berstatus sebagai relawan SPPG MBG. Namun, saat kejadian, adiknya tengah membantu pendistribusian paket MBG di sekolah MTs tersebut.
“Adik saya bukan relawan SPPG. Pada saat kejadian, dia hanya membantu temannya menyalurkan paket MBG di sekolah MTs,” ujar Madi, Sabtu (16/5).
Ia menjelaskan, dugaan pemukulan bermula dari cekcok antara dirinya dengan korban yang dipicu unggahan status di media sosial Facebook.
Menurut Madi, dirinya merasa tersinggung dengan unggahan korban yang dianggap menyindir persoalan pribadinya.
“Saya menanyakan status di Facebook itu ditujukan kepada siapa. Lalu dia menjawab, ‘kan kamu yang memulai’,” katanya.
Saat cekcok berlangsung, adiknya yang berada di lokasi diduga spontan melakukan pemukulan terhadap korban.
“Waktu saya cekcok, adik saya datang dari belakang. Mungkin dia refleks dan spontan melakukan tindakan itu,” ujarnya.
Madi juga menyebut korban merupakan PIC dapur SPPG di Desa Surianeun. Ia mengklaim dapur SPPG tersebut saat ini mendapat penghentian sementara operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“S itu PIC dapur SPPG di Desa Surianeun. Saat ini SPPG tersebut disuspend oleh pihak BGN,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak sekolah terkait dugaan pemukulan tersebut. (Denni)

