Shamsi Ali: Populasi Muslim di Amerika Capai 15 Juta Jiwa, Dua Kali Lipat Data Resmi

GERBANGPATRIOT.COM, Tokoh Islam Amerika Serikat asal Indonesia, Shamsi Ali, M.A., Ph.D., menyebut jumlah Muslim di Amerika Serikat saat ini diperkirakan telah mencapai 10 hingga 15 juta jiwa. Angka tersebut jauh melampaui data resmi pemerintah yang hanya mencatat sekitar 5 hingga 7 juta Muslim.

Pernyataan tersebut disampaikan Shamsi Ali dalam Rapat Senat Terbuka Penganugerahan UMY Awards 2026 yang digelar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (23/5).

“Data resmi yang ada saat ini masih _undercounting_. Jumlah sesungguhnya telah melampaui dua kali lipat angka yang dipublikasikan,” ujar Shamsi Ali di hadapan civitas academica UMY dan tamu undangan.

Menurut Shamsi Ali, kesenjangan data tersebut bukan sekadar persoalan teknis pendataan. Ia menilai terdapat kecenderungan pengaburan terhadap eksistensi dan kontribusi komunitas Muslim di Amerika Serikat yang berlangsung cukup lama.

Ia juga memaparkan profil komunitas Muslim Amerika Serikat yang dinilainya berbeda dari stereotipe yang selama ini berkembang di masyarakat. Mengutip data _Pew Research Center_, Shamsi Ali menyebut sebanyak 58 persen Muslim di Amerika Serikat berusia di bawah 40 tahun. Dari sisi pendidikan, sekitar 44 persen Muslim Amerika memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 33 persen.

“Kebanyakan dari mereka mendominasi bidang kedokteran, teknologi informasi, teknik, dan hukum,” imbuhnya.

Pertumbuhan demografi tersebut, lanjut Shamsi Ali, turut tercermin dari meningkatnya jumlah masjid di Amerika Serikat, dari sekitar 200 masjid pada awal 1960-an menjadi lebih dari 4.500 masjid saat ini. Ia bahkan menyebut Kota New York memiliki lebih dari 300 masjid.

“Sekitar 20 hingga 25 persen Muslim di Amerika Serikat saat ini adalah mualaf, mayoritas berasal dari kalangan Afrika-Amerika dan Latin. Dalam tren terbaru, gelombang konversi juga mulai datang dari kelompok yang sebelumnya jarang dikaitkan dengan Islam, yaitu warga kulit putih Amerika,” ungkapnya.

Fenomena tersebut, menurut Shamsi Ali, terjadi karena Islam dipandang sebagai agama yang rasional, berimbang, dan mampu menjawab kekosongan spiritual yang tengah dialami sebagian masyarakat Amerika.

Dengan tingkat fertilitas Muslim Amerika Serikat yang disebut mencapai 2,7 persen, Shamsi Ali memproyeksikan pengaruh komunitas Muslim akan terus meningkat di masa depan. Pada 2050, ia memperkirakan populasi Muslim mungkin masih berada pada kisaran 3 hingga 5 persen dari total penduduk Amerika Serikat, tetapi memiliki pengaruh sosial, ekonomi, dan politik yang jauh lebih besar.

“Pengaruhnya bisa mencapai 15 hingga 20 persen di berbagai sektor kehidupan nasional,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Shamsi Ali menerima UMY Awards 2026 yang diserahkan langsung oleh Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam pengembangan dakwah dan komunitas Islam di Amerika Serikat selama puluhan tahun.

Sumber : Humas Umy