Fatayat NU Gamping Semarakkan Malam Takbiran dengan Takbir Keliling Seribu Cahaya
GERBANGPATRIOT.COM, SLEMAN – Fatayat Gamping Gegerkan Malam Takbiran Dengan Seribu Cahaya Kereta Mini
Malam takbiran Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Nur Iman Mlangi, Kapanewon Gamping, Kamis (28/5/2026), berlangsung semarak dan penuh cahaya.
Ratusan warga tumplek blek menyaksikan iring-iringan takbir keliling bertajuk “Fatayat Gamping Bertakbir Satu Malam Seribu Cahaya” yang digelar Fatayat NU bersama Banom NU setempat menggunakan kereta mini atau odong-odong sebagai ikon utama kegiatan.
Ketua panitia Gema Takbir Keliling, Shobiroh Zulfa Kurniyawati (Nia) mengatakan konsep tahun ini sengaja dibuat berbeda agar suasana malam Idul Adha terasa lebih meriah namun tetap tertib.
“Untuk tahun ini kita mengambil tema Fatayat Gamping Bertakbir, Satu Malam Seribu Cahaya. Kita mengambil inovasi menggunakan kereta mini karena kita menganggap itu lebih ramah, lebih tertib, dan tidak menimbulkan banyak kemacetan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan kereta mini dipilih bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari syiar Islam yang kreatif dan merakyat.
Menurutnya, cara tersebut mampu menarik perhatian masyarakat sekaligus memberi pengalaman menyenangkan bagi anak-anak.
“Selain syiarnya lebih luas, di sini bisa merangkul semua kalangan, baik dari usia anak-anak, remaja, maupun dewasa dan lansia,” katanya.
Antusiasme peserta pun membludak. Sekitar 400 peserta ikut memeriahkan takbir keliling dengan dukungan sembilan kereta mini berhias lampu dan ornamen Islami.
Setiap kereta diisi sekitar 45 jamaah yang melantunkan takbir, tahmid, dan tahlil sepanjang perjalanan. Iring-iringan yang berjalan tertib itu sukses menyedot perhatian warga di sepanjang jalur Gamping hingga wilayah Mllati.
Suasana makin meriah karena peserta tampil kompak mengenakan busana muslimah seragam sambil membawa lampu hias warna-warni.
Tak sedikit warga yang keluar rumah untuk mengabadikan momen tersebut. Kegiatan yang berlangsung hingga malam itu juga mendapat pengawasan dari ustaz, orang tua, serta aparat setempat sehingga berjalan aman dan kondusif.
Rois MWC NU Kapanewon Gamping, Bpk KH. Ahmad Mabarrun, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari dakwah Islam dan syiar Nahdlatul Ulama kepada masyarakat.
“Tujuannya memang untuk mensyiarkan agama Islam. Ini bagian dari Badan Otonom Nahdlatul Ulama, salah satu program dan kegiatannya adalah syiar agama Islam,” tegasnya.
Menurut Bpk KH. Ahmad Mabarrun, malam Laylatul Idul Adha harus dimanfaatkan untuk menggemakan takbir agar masyarakat semakin merasakan semangat hari raya.
“Dengan mengucapkan takbir bahwa Allah itu Maha Besar, sekaligus ini bagian dari dakwah kita biar masyarakat tahu bahwa Islam adalah agama yang benar dan hak,” ujarnya.
Ia juga menyebut mayoritas peserta berasal dari wilayah Nogotirto dan Mlangi yang dikenal sebagai kawasan pondok pesantren.
“Kalau jalan kaki kan tidak mungkin sampai beberapa kilometer. Ini rencana sampai ke Mlati juga,” tambahnya.
Panitia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan pihak yang mendukung suksesnya kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar.
Namun di balik kemeriahan itu, Fatayat NU Gamping memberi sinyal bahwa tradisi takbir keliling kemungkinan tidak lagi digelar tahun depan.
“Kalau empat tahun terakhir kami mengadakan takbir keliling secara berurut-urut. Untuk tahun depan kemungkinan tidak mengadakan lagi karena kami fokus ke Konferancab dan membantu kader baru. Tahun 2028 adalah tahun terakhir masa khidmat kami,” pungkas Nia. (waw)

