BPJS Ketenagakerjaan dan Buruh Perkuat Sinergi di Sela ILC 114 Jenewa

GERBANGPATRIOT.COM, JENEWA,SWISS – BPJS Ketenagakerjaan memperkuat kemitraan dengan organisasi serikat pekerja dan buruh melalui jamuan makan malam bersama delegasi pekerja Indonesia yang menghadiri International Labour Conference (ILC) Session ke-114 di Jenewa, Swiss, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Bali Palais Restaurante dihadiri jajaran Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan bersama perwakilan konfederasi serikat pekerja yang tergabung dalam delegasi Indonesia pada forum ketenagakerjaan internasional yang diselenggarakan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan tidak dapat dilepaskan dari peran aktif organisasi pekerja sebagai mitra strategis dalam memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya perlindungan sosial.

“Serikat pekerja memiliki peran yang sangat penting dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena itu, sinergi yang telah terjalin selama ini perlu terus diperkuat agar semakin banyak pekerja yang memperoleh perlindungan, termasuk pekerja rentan dan sektor informal,” kata Saiful.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Dedi Hardianto, menambahkan bahwa keberhasilan program jaminan sosial memerlukan dukungan dan pengawasan dari seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan instrumen penting dalam menciptakan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Oleh sebab itu, keterlibatan serikat pekerja dalam memberikan masukan dan pengawasan menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola program.

Ketua Delegasi Pekerja Indonesia pada ILC Session ke-114, Darta Pakpahan, menyambut baik upaya BPJS Ketenagakerjaan yang terus membangun komunikasi dan kemitraan dengan kalangan pekerja.

“Semangat dialog sosial yang dibangun BPJS Ketenagakerjaan sejalan dengan prinsip tripartit yang menjadi fondasi ILO. Hubungan yang harmonis antara pekerja, pengusaha, pemerintah, dan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting untuk memperluas perlindungan sosial bagi seluruh pekerja Indonesia,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, delegasi pekerja dari KSPSI Jumhur Hidayat, Dewa Sukma Kelana, menekankan bahwa penguatan program jaminan sosial harus diiringi dengan peningkatan manfaat yang dirasakan langsung oleh peserta.

Menurut Dewa, dana iuran yang dihimpun dari pekerja dan pemberi kerja perlu dikelola secara optimal untuk menghadirkan berbagai program yang mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

“Perlindungan jaminan sosial merupakan hak dasar pekerja. Selain manfaat perlindungan terhadap risiko kerja, program BPJS Ketenagakerjaan juga perlu terus dikembangkan melalui dukungan kepemilikan rumah, pelatihan peningkatan kompetensi, beasiswa pendidikan bagi anak pekerja, serta program kesejahteraan lainnya yang memberikan nilai tambah bagi peserta,” jelasnya.

Dosen Universitas Pamulang Serang dan mahasiswa Program Doktor Hukum Keluarga Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu menilai semakin besar manfaat yang dirasakan pekerja, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan terhadap sistem jaminan sosial ketenagakerjaan nasional.

Ia berharap kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan organisasi pekerja dapat terus diperkuat guna mendorong perluasan kepesertaan dan peningkatan kualitas layanan bagi seluruh pekerja Indonesia.

Jamuan makan malam yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi salah satu momentum mempererat hubungan antara BPJS Ketenagakerjaan dan unsur pekerja Indonesia di tengah pelaksanaan ILC Session ke-114. Melalui dialog dan kerja sama yang berkelanjutan, seluruh pihak berharap sistem jaminan sosial ketenagakerjaan Indonesia semakin kuat, inklusif, dan mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

(Yuyi Rohmatunisa)