Muhammadiyah Kembangkan Industri Alat Kesehatan, Pabrik Infus Segera Dibangun
GERBANGPATRIOT.COM, MALANG – Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi melakukan groundbreaking Pabrik PT Suryavena Farma Indonesia di lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (11/6).
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy, Saad Ibrahim, dr Agus Taufiqurrahman, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, serta Ketua PWM Jawa Timur dr Sukadiono.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan pembangunan pabrik tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi umat dan bangsa.
Menurutnya, Muhammadiyah ingin menghadirkan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dengan memasuki sektor industri skala besar.
“Semangat Muhammadiyah adalah untuk membangun ekosistem ekonomi umat dan bangsa, atau rakyat yang mulai naik kelas ke ekonomi menengah ke atas,” ujar Haedar.
Haedar menekankan kehadiran pabrik ini tidak berarti Muhammadiyah meninggalkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia mengatakan industri farmasi justru menjadi bagian dari upaya menaikkan kelas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Pembangunan pabrik ini tidak menggeser fokus dakwah ekonomi Muhammadiyah dari UMKM. Ini memiliki ketersambungan dengan semangat menaikkan kelas ekonomi umat dan bangsa,” katanya.
Lebih lanjut, Haedar menyebut proyek tersebut menjadi bukti bahwa organisasi kemasyarakatan keagamaan mampu bergerak dan bersaing di sektor ekonomi modern.
Menurutnya, pembangunan pabrik farmasi juga sejalan dengan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan fondasi kemandirian ekonomi nasional.
“Jangan sampai kekuatan dan potensi ekonomi Indonesia dipegang atau dikuasai pihak lain. Muhammadiyah berada di jalur itu dan akan bertemu dengan spirit pemerintah serta kepentingan bangsa yang lebih luas,” tegasnya.
Pabrik PT Suryavena Farma Indonesia yang diinisiasi Majelis Ekonomi Bisnis (MEB) dan Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah itu pada tahap awal akan memproduksi cairan infus.
Haedar menjelaskan, langkah tersebut menjadi pintu masuk untuk membangun ekonomi sirkular Muhammadiyah dengan memenuhi kebutuhan 135 Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA) yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Dengan pabrik infus ini kita memulai dengan sesuatu yang paling bisa kita lakukan di ekosistem bisnis di rumah sakit,” ungkap Haedar.
Ia berharap seluruh RSMA dapat menggunakan produk PT Suryavena Farma Indonesia sehingga kemandirian ekonomi Muhammadiyah semakin kuat.
Ke depan, perusahaan ini juga akan mengembangkan produksi obat-obatan, jarum suntik, serta berbagai kebutuhan kesehatan lainnya untuk mendukung layanan rumah sakit Muhammadiyah di seluruh Tanah Air.(WAW)

