Kepemimpinan Bisnis Tidak Cukup Berlandaskan Hukum, Alumni UMY Tekankan Pentingnya Etika
GERBANGPATRIOT.COM, Integritas dan pemahaman hukum menjadi bekal penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan alumni Program Studi Hukum Program Magister Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus pemilik PT. Indonesia Plafon Semesta, Adit Setiawan, S.H., M.H., CBL., dalam acara Kuliah Umum Bersama Alumni yang diselenggarakan di Gedung Pascasarjana UMY, Sabtu (13/6).
Menurutnya, hukum tidak hanya dipahami sebagai seperangkat aturan, melainkan fondasi yang mampu menciptakan kepercayaan sekaligus menjaga keberlanjutan sebuah bisnis. Pemahaman tersebut menjadi salah satu bekal yang membantunya dalam perjalanan dari bangku kuliah hingga dipercaya memimpin sejumlah perusahaan di berbagai sektor usaha.
Ia menegaskan keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memahami aspek legal, tetapi juga oleh kemampuannya membangun kepercayaan dengan berbagai pihak. Hukum memiliki peran penting dalam menciptakan hubungan yang sehat antara perusahaan dengan mitra, karyawan, maupun konsumen.
“Hukum bukan sekadar aturan di atas kertas, melainkan fondasi untuk membangun trust atau kepercayaan dan menjaga keberlanjutan bisnis. Karena itu, seorang pemimpin tidak hanya dituntut memahami aspek legal, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai yang mendukung terciptanya hubungan yang baik dengan seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adit menekankan bahwa kepemimpinan dalam dunia bisnis tidak cukup hanya berlandaskan pada kepatuhan terhadap aturan. Etika memiliki peran yang tidak kalah penting karena menjadi pedoman moral dalam menjalankan amanah dan mengambil keputusan.
“Hukum adalah standar minimum, sedangkan etika merupakan kompas moral. Nilai-nilai yang dipelajari di bangku kuliah, terutama integritas, menjadi kunci utama ketika seseorang memegang jabatan direksi. Kepemimpinan tidak hanya soal kemampuan mengelola perusahaan, tetapi juga bagaimana menjaga kepercayaan dan bertindak berdasarkan nilai yang benar,” jelas Adit.
Untuk itu, Adit mengajak mahasiswa Hukum Program Magister UMY untuk tidak hanya berfokus pada hafalan pasal-pasal hukum saja. Pemahaman terhadap alasan di balik lahirnya suatu aturan jauh lebih penting agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara relevan di tengah perkembangan dunia yang terus berubah. Selain itu, kemampuan beradaptasi dan membangun jejaring juga menjadi bekal yang perlu dipersiapkan sejak berada di lingkungan kampus.
“Jangan hanya hafal pasal, tetapi pahami logika di balik hukum dan mengapa aturan itu ada. Dunia bisnis bergerak lebih cepat daripada regulasi, sehingga kita harus mampu beradaptasi dan tetap taat asas. Pada akhirnya, bisnis adalah tentang manusia dan hukum menjadi alat untuk menjaga hubungan tersebut agar tetap harmonis,” tegasnya.
Sumber : Humas Umy

