Bank Sampah Anjasmara Kentungan Gencarkan Digitalisasi untuk Perkuat Budaya Peduli Lingkungan
GERBANGPATRIOT.COM, SLEMAN — Bank Sampah Anjasmara 47 RW 47 Kentungan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, terus memperkuat gerakan pemilahan sampah berbasis masyarakat.
Upaya itu ditegaskan dalam pertemuan rutin anggota yang dirangkai dengan pendampingan Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S), Minggu (14/6/2026), sebagai langkah mendorong pengelolaan sampah yang lebih tertib, modern, dan berkelanjutan.
Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kapanewon Depok, Ani Sumiasih, menegaskan bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menampung sampah bernilai ekonomi.
Menurutnya, bank sampah juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Bank sampah bukan hanya tempat mengumpulkan sampah bernilai ekonomi, tetapi juga sarana membangun budaya peduli lingkungan.
”Pengisian aplikasi SIOSETU secara tertib menjadi bagian penting untuk memperkuat legalitas, akuntabilitas, dan pengembangan kelembagaan pengelola sampah di masyarakat,” ujarnya.
Ani juga mendorong pengurus untuk memperkuat tata kelola administrasi dan mulai mengoptimalkan sistem digital.
“Pemanfaatan sistem digital akan membuat pengelolaan kegiatan maupun keuangan menjadi lebih efektif, transparan, dan mudah dipertanggungjawabkan,” katanya.
Ia menilai transformasi digital menjadi kebutuhan penting agar bank sampah mampu berkembang lebih profesional.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Anjasmara 47, Tumini, mengakui pihaknya masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan jumlah pengurus hingga belum tersedianya lokasi operasional khusus.
Meski demikian, ia menegaskan semangat warga untuk memilah sampah tetap tinggi.
“Keuntungan ekonominya memang belum besar, tetapi gerakan memilah sampah telah menumbuhkan kesadaran bahwa setiap orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya.
Langkah kecil ini menjadi investasi penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” tuturnya.
Menurut Tumini, kegiatan penimbangan sampah saat ini masih memanfaatkan rumah warga secara bergantian.
Ia berharap ke depan tersedia fasilitas pendukung yang lebih memadai.
“Kami masih membutuhkan dukungan untuk pengembangan sarana seperti komposter, biopori, dan lokasi operasional yang representatif agar kegiatan bisa berjalan lebih optimal,” katanya.
Ketua RW 47 Suradiyanto mengapresiasi konsistensi warga dalam menjalankan gerakan pemilahan sampah sejak dari rumah.
“Berbagai upaya telah dilakukan warga sesuai kemampuan yang ada. Melalui bank sampah, volume sampah yang dibuang dapat dikurangi, sementara sampah organik dimanfaatkan untuk pakan ikan dan ayam.
”Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar meminimalkan pembakaran sampah demi menjaga kualitas udara dan kesehatan lingkungan,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi warga, pemerintah, dan pendamping terus diperkuat sehingga Bank Sampah Anjasmara 47 menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berhasil di Condongcatur.(ADY)

