Menteri Ekraf Resmikan Restoran Sederhana Singapura: IP Kuliner Go Global

Selasa, 16 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bersama pendiri sekaligus pemilik jaringan Restoran Sederhana, H. Bustamam, saat peresmian Restoran Sederhana Singapura yang berlokasi di kawasan Kampong Glam, Singapura, Minggu (14/6/2026).

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bersama pendiri sekaligus pemilik jaringan Restoran Sederhana, H. Bustamam, saat peresmian Restoran Sederhana Singapura yang berlokasi di kawasan Kampong Glam, Singapura, Minggu (14/6/2026).

GERBANGPATRIOT.COM, Singapura, 14 Juni 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya meresmikan Restoran Sederhana Singapura yang berlokasi di kawasan Kampong Glam. Kehadiran kuliner khas Minang di Singapura menjadi langkah strategis untuk memperluas penetrasi kuliner Indonesia ke pasar internasional sekaligus memperkuat posisi subsektor kuliner sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kreatif nasional.

“Kehadiran Restoran Sederhana di Singapura menunjukkan bahwa jenama Indonesia siap bersaing di pasar internasional tanpa kehilangan akar budayanya. Bagi kami, kuliner bukan sekadar makanan, tetapi juga instrumen diplomasi budaya untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia,” ujar Menteri Ekraf di kawasan heritage Kampong Glam pada Minggu (14/6).

Restoran Sederhana Singapura yang dikelola oleh PT Global Minang Ventura (GMV) berlokasi di 738 North Bridge Road, Kampong Glam, salah satu destinasi budaya dan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara. Sebelum pembukaan resmi, restoran ini telah melakukan uji coba operasional pada 29 Mei 2026 dan mendapat sambutan positif dari warga lokal maupun diaspora Indonesia di Singapura.

Restoran Sederhana merupakan pionir jenama kuliner Padang yang berdiri sejak 1972 dan dikenal karena cita rasa autentik Minangkabau, dengan jaringan yang kini telah hadir di sekitar 200 lokasi. Sebagai pemegang lisensi dan pengelola merek tersebut, GMV tengah memperluas ekspansi internasional melalui pembukaan gerai di Singapura dan akan melanjutkannya dengan kehadiran gerai internasional berikutnya di Melbourne, Australia, tepatnya di 207 Queen Street.

Menteri Ekraf menilai ekspansi Restoran Sederhana ke pasar internasional tidak hanya memperkuat posisi kuliner Indonesia di tingkat global, tetapi juga membuka peluang bagi produk dan pegiat ekonomi kreatif lainnya untuk memasuki rantai pasok sekaligus pasar ekspor dunia.

“Kami ingin melihat semakin banyak jenama Indonesia mendunia. Restoran Sederhana menunjukkan bahwa pegiat ekonomi kreatif Indonesia mampu memperluas pasar global dan menjadi contoh bagaimana kekayaan intelektual lokal dapat tumbuh menjadi juara di tingkat internasional,” harap Menteri Ekraf.

Ekonomi kreatif saat ini berkontribusi sekitar Rp1.600 triliun terhadap PDB nasional. Pada 2025, nilai ekspor ekonomi kreatif mencapai 31,94 miliar dolar AS dengan realisasi investasi sebesar Rp183,01 triliun. Dalam konteks tersebut, subsektor kuliner menjadi salah satu motor pertumbuhan sekaligus instrumen strategis untuk memperkenalkan identitas Indonesia kepada dunia.

Kolaborasi Kementerian Ekraf dan GMV telah terjalin sejak 2025 melalui dukungan perluasan jaringan Restoran Sederhana ke pasar internasional. Dukungan tersebut antara lain fasilitasi partisipasi GMV dalam Program Business Matching Culinary di Sydney serta dukungan pengembangan operasional dan sumber daya manusia untuk ekspansi usaha di luar negeri.

President Director PT Global Minang Ventura (GMV), Nova Dana Eka Putri, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Ekraf dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional dan membuka jalan bagi jenama kuliner Indonesia untuk berkembang di pasar internasional.

“Berbagai dukungan dan semangat kolaborasi yang diberikan Kementerian Ekraf telah menjadi faktor penting bagi kami dalam membawa kuliner Indonesia ke panggung global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan budaya dan ekonomi kreatif dunia. Kami meyakini langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat diplomasi kuliner, _nation branding_, serta daya saing ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global,” ujar Nova.

Kawasan Kampong Glam yang kini menjadi lokasi Restoran Sederhana Singapura memiliki nilai historis bagi diplomasi kuliner Indonesia. Lokasi tersebut hampir delapan dekade dikenal sebagai Warung Pariaman, salah satu ikon kuliner Indonesia di Singapura yang menjadi ruang perjumpaan masyarakat lintas bangsa dan generasi.

“Kami menyambut baik kehadiran Restoran Sederhana Singapura di Kampong Glam. Kawasan ini memiliki sejarah dan warisan budaya yang kaya, termasuk keterkaitannya dengan Warung Pariaman yang telah lama menjadi bagian dari komunitas di sini. Kehadiran Restoran Sederhana membantu melanjutkan warisan tersebut sekaligus memperkaya keragaman kuliner di Kampong Glam. Kami berharap restoran ini sukses dan semakin banyak masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini,” ujar Anggota Parlemen Singapura, Wan Rizal.

Turut hadir Thomas Ardian Siregar, Deputy Chief of Mission KBRI Singapura; Haji Bustamam dan Hajjah Fatimah, Founder Restoran Sederhana beserta Keluarga; Syed Abdillah Al Junaidi, Partner Restoran Sederhana di Singapura; serta sejumlah tamu undangan dan pejabat kehormatan lainnya.

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Pertemuan G20 FMCBG, Wamenkeu Juda Agung Tekankan Pentingnya Reformasi Pro-Pertumbuhan
Membawa Salam dan Doa Presiden, Mendagri Jenguk Wali Nanggroe di Penang
Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN
UMJ Press dan APPTIMA Wakili Indonesia Dalam International Publishers Congress 2026 di Malaysia
Peluang Emas! Jerman Buka Pintu bagi Tenaga Kerja Indonesia untuk Bekerja dan Menetap
UMY Gencarkan Internasionalisasi melalui Kolaborasi Akademik dan Beasiswa di Laos
Ketua DPRD Kota Bekasi Tinjau Teknologi PSEL Wangneng di China, Optimistis Proyek Bantargebang Segera Dimulai
Wali Kota Bekasi Minta Wangneng Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Pada Proyek PSEL

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:53 WIB

Pertemuan G20 FMCBG, Wamenkeu Juda Agung Tekankan Pentingnya Reformasi Pro-Pertumbuhan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:52 WIB

Membawa Salam dan Doa Presiden, Mendagri Jenguk Wali Nanggroe di Penang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:12 WIB

UMJ Press dan APPTIMA Wakili Indonesia Dalam International Publishers Congress 2026 di Malaysia

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:24 WIB

Peluang Emas! Jerman Buka Pintu bagi Tenaga Kerja Indonesia untuk Bekerja dan Menetap

Berita Terbaru