Dituding Lakukan Pungutan, MTsN 1 Serang Sampaikan Klarifikasi
GERBANGPATRIOT.COM, Serang – MTsN 1 Kabupaten Serang memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi di media sosial dan sejumlah pemberitaan mengenai dugaan pungutan dalam kegiatan perpisahan siswa kelas IX.
Kepala Tata Usaha MTsN 1 Kabupaten Serang, Sam’ani, M.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan perpisahan merupakan usulan dari para siswa dan orang tua siswa yang menginginkan adanya kenang-kenangan setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun di madrasah.
“Keinginan perpisahan itu berasal dari siswa dan orang tua siswa. Mereka merasa sudah tiga tahun bersekolah disini dan ketika lulus ingin memiliki kenang-kenangan, seperti dokumentasi foto dan momen kebersamaan sebagai tanda pernah menempuh pendidikan disini” ujar Sam’ani kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, biaya yang digunakan dalam kegiatan tersebut bukan pungutan dari pihak sekolah, melainkan hasil musyawarah yang dilakukan oleh wali murid dan panitia yang dibentuk oleh orang tua siswa.
“Banyak media yang menyebut ini sebagai pungutan. Padahal bukan pungutan dari sekolah, melainkan hasil musyawarah antara wali murid dan panitia. Mereka menyusun sendiri Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk kebutuhan acara,” katanya.
Sam’ani menjelaskan, kegiatan perpisahan dilaksanakan di Auditorium Kampus Universitas Pamulang (UNPAM) Serang Sabtu, (13/6/2026). Dalam kegiatan tersebut tersedia konsumsi berupa makanan dan snack bagi siswa serta wali murid, termasuk pemberian medali kepada para siswa sesuai dengan anggaran yang telah disusun panitia.
“Pihak sekolah hanya mengetahui pelaksanaannya. Semua kebutuhan acara, mulai dari tempat, konsumsi hingga medali siswa, disesuaikan dengan RAB yang dibuat panitia,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya pihak sekolah tidak menggelar kegiatan perpisahan yang memerlukan biaya. Namun pada tahun ini keinginan siswa dan orang tua untuk mengadakan acara cukup besar sehingga kegiatan akhirnya dilaksanakan.
“Tahun kemarin tidak ada perpisahan yang berbiaya. Tahun ini keinginan siswa cukup kuat. Kalau terus dilarang juga tidak enak karena itu keinginan mereka. Akhirnya kegiatan terlaksana oleh panitia dan wali murid,” ungkapnya.
Terkait unggahan di media sosial yang menuding adanya pungutan, Sam’ani menyayangkan pemberitaan yang dinilai hanya menyoroti sisi negatif tanpa memuat informasi secara utuh.
“Saya menyayangkan karena yang dimunculkan hanya hal-hal yang dianggap negatif. Saat Kepala Madrasah, Kepala Kementerian Agama maupun Ketua Komite memberikan arahan dan sambutan, itu tidak diberitakan. Yang muncul justru tudingan pungutan perpisahan dan ijazah, padahal tidak ada pungutan dari sekolah,” tegasnya.
Ia juga berharap media dapat menyajikan pemberitaan yang berimbang, termasuk berbagai prestasi yang diraih sekolah.
“Tahun ini ada siswa yang diterima di sekolah unggulan seperti SMA Taruna di Malang dan SMAN CMBBS serta berbagai prestasi lainnya. Saya berharap hal-hal positif seperti itu juga mendapat perhatian sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang,” pungkasnya.
(Yuyi Rohmatunisa)

