Bungah di Paddys Delight Hadirkan Ruang Hangat untuk Musik, Seni, dan Refleksi Diri

GERBANGPATRIOT.COM, Yogyakarta – Di tengah padatnya aktivitas dan hiruk pikuk kehidupan sehari-hari, Bungah hadir menawarkan pengalaman berbeda. Mengusung konsep “Pause, Gather, Listen”. Acara yang digelar pada (19/6/26), berlokasi di Paddys Delight, Sawah Tamanan Villa & Resort, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sukses menjadi ruang hangat bagi para pengunjung untuk menikmati musik, seni, sekaligus kembali terhubung dengan diri sendiri.

Sejak sore hari, suasana area outdoor Paddys Delight dipenuhi pengunjung dari berbagai kalangan yang datang untuk menikmati pengalaman yang lebih personal dibandingkan sebuah pertunjukan biasa. Hamparan alam terbuka, cahaya senja, dan alunan musik akustik menciptakan atmosfer yang menenangkan sekaligus intim.

Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah penampilan spesial Arden Wiebowo. Dengan permainan gitar yang hangat, Arden membawakan lagu-lagu bernuansa nostalgia serta beberapa karya orisinal yang mengundang pengunjung ikut bernyanyi dan menikmati setiap momen tanpa terburu-buru.

Selain menghadirkan musik dari Bebas Bersuara, Asvadial, dan Mayasastra, Bungah juga mengajak setiap peserta untuk melambat melalui aktivitas journaling, percakapan yang bermakna, hingga berbagai kegiatan crafting yang berlangsung di Pasar Bungah. Pengunjung bebas menulis isi hati, berbagi cerita, atau sekadar menikmati waktu dalam suasana yang inklusif dan penuh kehangatan.

Nuansa kreatif semakin terasa dengan hadirnya berbagai pelaku lokal seperti Sarira, Lalitabeads, Tarot Jogja Indo, serta sejumlah tenant kreatif yang menawarkan pengalaman interaktif bagi setiap pengunjung. Live painting dan berbagai produk handmade turut memperkaya suasana, menjadikan Bungah sebagai ruang bertemunya seni, kreativitas, dan mindfulness.

Tak hanya membawa pulang kenangan, setiap peserta juga mendapatkan goodie bag edisi spesial berisi notebook, alat tulis, postcard, stiker, serta hadiah kolaborasi yang dapat menjadi teman untuk melanjutkan perjalanan refleksi setelah acara berakhir.

Bungah sendiri lahir dari kolaborasi Paddys Delight bersama Jogja Distorsion, Mayasastra, Sarira, Lalitabeads, dan Tarot Jogja Indo. Melalui kolaborasi tersebut, Bungah ingin menghadirkan ruang yang aman bagi siapa saja yang ingin berhenti sejenak dari ritme kehidupan yang serba cepat.

Lebih dari sekadar event musik atau pasar kreatif, Bungah menjadi pengalaman yang mengajak setiap orang untuk benar-benar hadir di setiap momen. Di tengah alunan musik, percakapan hangat, dan suasana alam yang menenangkan, Bungah membuktikan bahwa menikmati hidup terkadang cukup dimulai dengan berhenti sejenak, berkumpul, dan mendengarkan diri sendiri. (Aga)