Ritual Ruwat Laut Pesta Laut Carita 2026 Jadi Magnet Wisata, UMKM Ikut Terdongkrak
GERBANGPATRIOT.COM, PANDEGLANG – Deru ombak di perairan Selat Sunda mendadak penuh warna saat ratusan kapal nelayan berparade mengawal pelarungan sesajen ritual dalam acara puncak Pesta Laut Carita 2026 di kawasan Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (28/06/2026).
Tradisi tahunan berskala masif ini tidak hanya menjadi simbol sakral rasa syukur dan doa keselamatan para pelaut, tetapi juga sukses menjelma sebagai magnet wisata budaya yang memikat ribuan pelancong domestik hingga mancanegara. Efek dominonya pun langsung terasa nyata pada kebangkitan ekonomi kreatif serta lonjakan omzet para pelaku UMKM di sepanjang kawasan Pantai Carita.
Agenda budaya akbar ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat lintas sektor, mulai dari perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Bupati Pandeglang, hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Carita.
Ketua Panitia Pesta Laut Carita 2026, Franky Supriyadi, mengungkapkan bahwa sektor pendukung pariwisata seperti akomodasi perhotelan dan restoran di kawasan Carita menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif selama acara berlangsung.
“Okupansi hotel dan restoran kini mengalami kenaikan hingga 78 persen,” ujar Franky saat memberikan keterangan di sela-sela penutupan acara.
Meski demikian, Franky menyayangkan keterlibatan pelaku UMKM yang dinilai masih bersifat temporer dan baru sebatas memanfaatkan momen berkala. Menurutnya, pameran UMKM yang berlangsung sejak 9 Juni dan berakhir pada 28 Juni ini seharusnya bisa ditingkatkan ke skala yang lebih masif.
“Sangat disayangkan karena potensinya besar. Harusnya kegiatan ini bisa didorong menjadi event nasional yang permanen, bukan lagi musiman. Ini adalah warisan budaya leluhur yang penting demi terciptanya kawasan pariwisata berkelanjutan. Namun, kami memiliki keterbatasan, sehingga sangat membutuhkan campur tangan dan sinergi dari seluruh stakeholder pariwisata, khususnya pihak pemerintah,” kata Franky.
Ia juga menjelaskan kendala kehadiran peserta daerah lain pada tahun ini. Sedianya, panitia menargetkan kehadiran perwakilan dari 20 kabupaten/kota untuk meramaikan acara. Namun, agenda tersebut berbenturan dengan pelaksanaan Banten Exciting, sehingga banyak tamu undangan dari daerah lain yang terpaksa absen.
Kendati diterpa kendala domestik, Pesta Laut Carita 2026 justru sukses menarik perhatian dunia internasional. Tercatat ada perwakilan dari lima negara yang hadir memeriahkan acara, yakni Amerika Serikat, Kanada, Mesir, India, dan Malaysia.
“Para turis asing ini sengaja meluangkan waktu untuk stay selama 4 hari 3 malam di sini. Awalnya mereka sedang melakukan perjalanan di Eropa, lalu melihat informasi acara kita melalui internet. Karena tertarik, mereka langsung datang ke sini sebelum akhirnya dijadwalkan kembali ke bandara siang ini jam 1 siang,” pungkasnya.
HNSI Banten Soroti Kelestarian Ruang Tangkap Nelayan
Di lokasi yang sama, Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Banten menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kehadiran para pejabat pusat, provinsi, daerah, hingga tingkat kecamatan. Ia mengaku terharu melihat jalannya kegiatan dan perjuangan para nelayan setempat.
“Saya sangat terharu. Melalui media sosial, saya sampaikan bahwa inilah perjuangan nelayan yang harus kita perhatikan bersama. Kelestarian laut adalah warisan untuk generasi mendatang yang harus dijaga agar tetap utuh dan sempurna. Jangan sampai laut kita rusak oleh limbah sampah kimia dan aktivitas industri,” ujarnya.
Menurutnya, ekspansi industri yang tidak terkendali di masa depan berisiko mempersempit ruang gerak dan wilayah tangkap para nelayan tradisional. Menanggapi potensi masalah tersebut, Ketua DPD HNSI Banten secara khusus meminta komitmen dari Bupati Pandeglang yang turut hadir di lokasi acara.
“Ke depan, wilayah pesisir pantai di Kabupaten Pandeglang ini akan terus berkembang dengan berbagai industri yang memanfaatkan ruang laut. Oleh karena itu, harus ada sinergi antara pemerintah dan sektor swasta agar tetap memberikan perhatian serta ruang bagi nelayan tradisional supaya profesi ini tidak punah. Ingat, kita tidak mungkin mengonsumsi ikan palsu,” tegasnya.
Ia mengingatkan seluruh pihak bahwa keberadaan nelayan jauh lebih awal dibandingkan dengan lahirnya sektor industri maupun pariwisata modern.
“Nelayan harus tetap dijaga. Kelestarian lingkungan laut adalah berkah yang Allah berikan untuk kehidupan mereka dan kita semua. Kontribusi nelayan terhadap negeri ini sangat besar, terutama dalam menjaga kedaulatan pangan dan pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat,” tambahnya.
Bupati Pandeglang Ajak Masyarakat Sambut Wisatawan
Sementara itu, Bupati Pandeglang menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya Pesta Laut Carita 2026. Ia turut menyapa dan berterima kasih atas kehadiran anggota dewan, jajaran Forkopimcam Carita, Kepala Dinas Perikanan, serta pihak swasta seperti Mutiara Carita yang telah memberikan dukungan luar biasa bagi kesuksesan acara ini.
“Pesta Laut Carita 2026 ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang panjang. Dimulai dari agenda gowes bersama, jalan santai, hingga puncaknya ritual ruwat laut yang dihadiri sekitar 300 peserta. Acara ini terbukti luar biasa dalam menumbuhkan semangat persatuan sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Pandeglang.
Rangkaian acara tersebut juga diseli dengan aksi nyata pelestarian lingkungan berupa pelepasan anak penyu (tukik). Menurut Bupati, tradisi tahunan yang sekaligus memperingati hari ulang tahun Carita ini wajib dilestarikan bersama demi menumbuhkan rasa cinta terhadap alam.
“Kita harus menjaga alam, maka insyaallah alam akan menjaga kita. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, dan tentunya kepada Ketua Panitia, Pak Franky, agar kegiatan ini terus dilestarikan. Selain memupuk persatuan, mari kita jaga kelestarian laut dengan tidak membuang sampah sembarangan serta selalu menjaga ketertiban dan keamanan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bupati juga mengajak warga lokal untuk menjadi tuan rumah yang ramah dan adaptif dalam menyambut wisatawan mancanegara. Terlebih, pada penyelenggaraan tahun ini tercatat ada belasan wisatawan atau delegasi asing dari berbagai negara yang turut hadir langsung di lokasi.
“Kehadiran turis asing ini harus kita sambut dengan baik. Momentum ini menjadi ajang bagi kita bersama untuk menjaga laut. Jika laut terjaga, ekosistem di dalamnya juga akan lestari demi pemanfaatan laut yang berkelanjutan bagi generasi masa depan,” pungkas Bupati.(*)

