Hadapi Tantangan Islamophobia, Dosen UMY Latih Tata Kelola Organisasi Muslim di Hokkaido

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto pengabdian dosen UMY kepada komunitas muslim di Hokkaido, Jepang

Foto pengabdian dosen UMY kepada komunitas muslim di Hokkaido, Jepang

GERBANGPATRIOT.COM, YOGYAKARTA – Menjadi bagian dari masyarakat minoritas di luar negeri membawa tantangan tersendiri bagi diaspora Muslim Indonesia. Selain harus beradaptasi dengan lingkungan baru, mereka juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari stereotipe negatif, disinformasi, hingga potensi Islamofobia akibat pemberitaan yang kurang berimbang.

Merespons kondisi tersebut, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Mega Hidayati, menginisiasi program pengabdian kepada masyarakat internasional berupa pelatihan manajemen organisasi bagi komunitas Muslim di Hokkaido, Jepang.

Kegiatan bertajuk _Identifying the Needs of Ummah in Diaspora and Organizational Contribution to Society_ ini dilaksanakan secara bertahap sejak Februari hingga Juni 2026. Sesi pelatihan intensif digelar pada 19 April 2026 dengan melibatkan para pengelola berbagai organisasi Islam di wilayah Hokkaido.

Dr. Mega Hidayati menjelaskan bahwa organisasi Muslim Indonesia di luar negeri memiliki peran strategis, baik dalam membina umat maupun membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat.

“Secara internal, organisasi berfungsi membina dan memperkuat tauhid serta ibadah umat. Hidup sebagai minoritas di Jepang tentu tidak mudah. Mereka menghadapi tantangan praktis seperti pelaksanaan ibadah di sekolah atau tempat kerja, keragaman budaya Islam dari negara lain, hingga akses terhadap makanan halal,” ujar Mega saat dihubungi, Rabu (1/7/2026).

Selain menjalankan fungsi pembinaan internal, organisasi juga dituntut mampu membangun komunikasi yang positif dengan masyarakat lokal.

“Organisasi harus mampu berkolaborasi dengan komunitas nonkeagamaan serta aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di negara setempat,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, Mega berharap komunitas Muslim diaspora di Jepang mampu mengidentifikasi kebutuhan riil umat, memperkuat tata kelola organisasi, sekaligus mengembangkan kontribusi nyata sebagai bagian dari masyarakat Jepang.

Program pengabdian lintas negara tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang dan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Hokkaido.

Ketua PRIM Hokkaido, Mustakim, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bekal penting bagi organisasi yang baru berdiri pada 5 Oktober 2025 untuk menyusun arah pengembangan organisasi ke depan.

“Kami terhitung masih sangat baru di Hokkaido, belum genap satu tahun. Namun, kami memiliki komitmen kuat untuk memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi diaspora Muslim Indonesia, tetapi juga bagi masyarakat Jepang secara luas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Bendahara PRIM Hokkaido, Farihin, menilai pelatihan tersebut memberikan perspektif baru dalam mengelola organisasi sekaligus meningkatkan semangat anggota untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pelatihan ini membawa energi positif dan semangat baru bagi seluruh anggota untuk terus berkontribusi, baik di internal organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat di Hokkaido,” pungkasnya. (LSI)

sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi
Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang
Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif
Dua Kepala Daerah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Pakar UMY Soroti Titik Rawan Kewenangan
Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung
PUSDHAM UMY Ajukan Amicus Curiae dalam Perkara PHPU Pilpres 2024 di MK
Pelunasan BLBI Selesai, Ekonom UMY Ingatkan Risiko Ketergantungan pada Surplus BI
Ekonom UMY Jelaskan Mekanisme Surplus BI di Balik Pelunasan Utang BLBI

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:17 WIB

Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi

Rabu, 30 September 2026 - 12:27 WIB

Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang

Rabu, 30 September 2026 - 11:37 WIB

Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif

Rabu, 30 September 2026 - 11:31 WIB

Dua Kepala Daerah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Pakar UMY Soroti Titik Rawan Kewenangan

Rabu, 30 September 2026 - 09:10 WIB

Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung

Berita Terbaru

Bandung

KDS Buka Pintu Kerja Sama Pengelolaan Si Jalak Harupat

Kamis, 1 Okt 2026 - 16:47 WIB