Program Hermoyo Edupark Antarkan UMY Raih Peringkat Dua DIY pada Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026
GERBANGPATRIOT.COM, YOGYAKARTA – Program pemberdayaan masyarakat ‘Hermoyo Edupark’ di Kalurahan Semoyo, Kabupaten Gunungkidul, mengantarkan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meraih peringkat kedua se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Anugerah Kerja Sama Diktisaintek Tahun 2026. Program yang mengintegrasikan wisata edukasi herbal, peternakan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut meraih penghargaan pada kategori Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Pemerintah/Lembaga Swadaya Masyarakat Paling Berdampak.
Penghargaan diserahkan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V dalam Rapat Koordinasi Kerja Sama Perguruan Tinggi Swasta (PTS) bertajuk Diktisaintek Berdampak yang diselenggarakan pada Kamis (2/7/2026).
Direktur Direktorat Kemitraan Global dan Employability (DKGE) UMY, Prof. Rizal Yaya, M.Sc., Ph.D., Ak., CA., CRP., menjelaskan bahwa capaian tersebut berawal dari undangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kepada perguruan tinggi untuk mengajukan proposal program unggulan pengabdian kepada masyarakat.
UMY kemudian mengusulkan program kolaboratif di Desa Semoyo yang telah berjalan sejak 2024 bersama Bank Syariah Indonesia (BSI), Pemerintah Kalurahan Semoyo, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Patuk.
“Program yang kami jalankan di Desa Semoyo bersifat kolaboratif, multidisiplin, dan melibatkan dunia industri melalui dukungan dana CSR dari BSI. Pendekatan inilah yang kami yakini menjadi salah satu kekuatan program,” ujar Rizal Yaya, Jumat (3/7).
Ia menjelaskan bahwa Desa Semoyo memiliki potensi sumber daya alam yang besar, tetapi sebelumnya masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, tata kelola, dan ekosistem pendukung. Melalui Hermoyo Edupark, UMY menerapkan pendekatan pembangunan berbasis ekosistem yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat secara terpadu agar manfaat program dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Kami datang dengan konsep membangun ekosistem. Harapannya, seluruh unsur masyarakat dapat terlibat sehingga program ini terus berkembang dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Program Hermoyo Edupark didukung investasi senilai Rp3,4 miliar dari BSI serta melibatkan 83 mahasiswa dan 20 dosen lintas disiplin UMY selama pelaksanaannya. Hingga 2026, program tersebut telah bermitra dengan 30 UMKM lokal, menarik sekitar 20.000 pengunjung, memberdayakan 200 kepala keluarga yang tergolong berpenghasilan rendah, mengembangkan kawasan edukasi seluas dua hektare, serta menanam 10.671 pohon produktif di kawasan tersebut.
Rizal menambahkan bahwa ini merupakan kali pertama UMY mengikuti Anugerah Kerja Sama Diktisaintek sejak kompetisi tersebut diselenggarakan. Pada tahun ini, sebanyak 27 perguruan tinggi swasta di DIY mengajukan proposal untuk mengikuti proses seleksi.
Selanjutnya, hasil penilaian di tingkat LLDIKTI Wilayah V akan diusulkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengikuti penilaian di tingkat nasional. (ID)
sumber : humas umy

