‎Bocah Terseret Ombak Gua Cemara Ditemukan, Operasi SAR Berakhir Haru Dramatis

GERBANGPATROT.COM, ‎Kulon Progo – Operasi pencarian bocah terseret ombak di Pantai Gua Cemara akhirnya membuahkan hasil setelah Tim SAR Gabungan menemukan korban, Senin (6/7/2026) sore.

Korban bernama Muhammad Bara Rizki Wardana, delapan tahun, ditemukan meninggal dunia di Pantai Bugel, Kulon Progo, berjarak sekitar tiga belas kilometer.

Tim SAR Gabungan menyatakan, “Korban ditemukan pukul 16.20 WIB sehingga operasi pencarian resmi ditutup,” setelah proses penyisiran hari kedua selesai.

Sebelumnya, peristiwa memilukan terjadi Minggu sekitar pukul 13.27 WIB ketika korban bersama keluarga menikmati liburan di Pantai Gua Cemara, Bantul.

Menurut keterangan keluarga, korban mencari kepiting bersama ayah serta adiknya sebelum akhirnya membersihkan kaki dan tangan di bibir pantai.

“Tiba-tiba ombak datang dari samping menyeret kedua anak,” demikian keterangan dalam laporan resmi Posko Operasi SAR Gabungan, Minggu petang.

Sang ayah berusaha menyelamatkan
‎kedua anaknya, namun hanya adik korban berhasil diraih sebelum gelombang besar membawa Muhammad Bara menjauh deras.

Keluarga segera melaporkan kejadian kepada Pokdarwis, petugas Marnit Kuwaru, serta SAR Linmas Wilayah IV untuk memulai pencarian bersama seluruh unsur.

Memasuki hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi personel menjadi empat Search and Rescue Unit atau SRU guna memperluas area penyisiran korban.

“SRU darat, jukung, dan drone diterjunkan menyisir berbagai sektor sesuai rencana operasi,” tulis laporan resmi Posko SAR Gabungan tersebut.

Penyisiran dilakukan dari Pantai Pandansari, Pantai Baru, Pantai Cangkring, hingga kawasan Muara Progo dengan dukungan pemantauan udara menggunakan drone canggih.

Cuaca cerah sepanjang operasi membantu tim memperluas jangkauan pencarian meski arus laut selatan tetap menjadi tantangan berat bagi seluruh personel lapangan.

Setelah pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan di Pantai Bugel, Kulon Progo, mengakhiri harapan keluarga yang sejak awal menunggu kabar terbaik bersama.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan ditutup dan seluruh unsur dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” tegas laporan resmi Posko SAR Gabungan.

‎Peristiwa ini menjadi pengingat penting agar wisatawan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap karakter ombak Pantai Selatan yang berubah cepat tanpa peringatan jelas.

Tim SAR mengimbau masyarakat mematuhi arahan petugas pantai karena keselamatan wisatawan merupakan tanggung jawab bersama demi mencegah tragedi serupa kembali terjadi.(waw)