HNSI Pandeglang Apresiasi Solar Rp15 Ribu, Sekitar 300 Kapal Nelayan Diuntungkan

GERBANGPATRIOT.COM, PANDEGLANG – Kebijakan pemerintah menetapkan harga khusus BBM jenis solar Rp15.000 per liter untuk kapal nelayan berukuran 30 hingga 200 Gross Ton [GT] disambut baik pelaku usaha perikanan di Kabupaten Pandeglang.

Kebijakan yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto ini dinilai menjadi stimulus penting untuk memangkas biaya operasional dan mendongkrak produktivitas sektor perikanan.

Turun Rp6.300, Beban Nelayan Berkurang
Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia [HNSI] Kabupaten Pandeglang, Dede Widarso, mengatakan biaya bahan bakar selama ini merupakan pengeluaran terbesar nelayan.

“Ini kabar yang sangat membahagiakan bagi kami, khususnya para nelayan. Sebelumnya kami beli solar sampai Rp21.300 per liter. Sekarang turun jadi Rp15.000. Ada selisih Rp6.300 per liter, dampaknya sangat signifikan untuk keberlangsungan usaha,” ujar Dede, Rabu [15/7/2026].

Dede menjelaskan, kapal di atas 30 GT biasanya membutuhkan ratusan liter solar dalam sekali melaut selama 1 sampai 2 pekan. Dengan harga baru, efisiensi biaya operasional diharapkan bisa menopang ekonomi nelayan, terutama saat hasil tangkapan menurun akibat cuaca.

300 Kapal di Pandeglang Terdampak Positif
Saat ini tercatat sekitar 300 kapal ukuran di atas 30 GT beroperasi di perairan Pandeglang. Kapal-kapal tersebut tersebar di sentra perikanan Labuan, Panimbang, Cikeusik, dan Sumur.

“Kalau harga solar tinggi tapi hasil tangkapan sedikit karena angin kencang, pendapatan nelayan pasti tertekan. Dengan penurunan harga ini, setidaknya biaya operasional bisa ditekan,” jelas Dede.

Meski pasokan solar saat ini relatif aman, Dede menyebut tantangan terbesar nelayan saat ini adalah cuaca buruk berupa angin kencang yang mempengaruhi hasil tangkapan.

HNSI Dorong Kebijakan Berkelanjutan
HNSI berharap kebijakan harga khusus solar ini dapat terus berlanjut. Dengan biaya operasional yang lebih ringan, aktivitas melaut nelayan diharapkan semakin lancar dan berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat pesisir Pandeglang.

“Semoga kebijakan ini konsisten. Kalau biaya melaut ringan, nelayan bisa lebih tenang kerja, hasil ke daerah juga ikut naik,” pungkas Dede.(denni)