Pelayanan Prima Jadi Kunci UMKM Banyuraden Naik Kelas, UWM Beri Pendampingan
GERBANGPATRIOT.COM, SLEMAN – Universitas Widya Mataram menghadirkan pendampingan bagi pelaku UMKM Banyuraden melalui penyuluhan pelayanan prima demi memperkuat daya saing usaha secara berkelanjutan bersama.
Kegiatan bertajuk “Pelayanan Prima Mendukung UMKM Banyuraden Naik Kelas” berlangsung Kamis, 16 Juli, di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Sleman, diikuti antusias peserta.
Program tersebut menjadi bagian Hibah Pemberdayaan Desa Binaan yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P., bersama tim lintas perguruan tinggi berpengalaman.
Tim pengabdian melibatkan Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani, M.P., Dyah Titin Laswati, S.TP., M.P., serta Kristiana Sri Utami, S.E., M.M., aktif.
Peserta berasal dari berbagai sektor usaha mengikuti materi pelayanan prima untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, loyalitas konsumen, sekaligus memperkuat daya saing usaha berkelanjutan.
“Kualitas produk yang baik saja belum cukup memenangkan persaingan pasar,” tegas Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P., saat membuka penyuluhan kepada peserta.
“Pelaku UMKM harus mampu menghadirkan pengalaman pelayanan menyenangkan agar tercipta hubungan jangka panjang dengan pelanggan,” lanjut Prof. Ambar kepada seluruh peserta.
Ia menambahkan, “Pelayanan ramah, cepat, responsif, serta memahami kebutuhan pelanggan menjadi nilai tambah yang membedakan UMKM dari para pesaingnya sekarang.”
“Kepuasan pelanggan akan mendorong pembelian ulang sekaligus menjadi promosi dari mulut ke mulut yang sangat efektif,” ujar Prof. Ambar penuh optimisme.
Selain pelayanan prima, peserta memperoleh pembekalan mengenai strategi digitalisasi pemasaran melalui marketplace dan media sosial guna memperluas jangkauan pasar secara efektif.
Tim pengabdian menegaskan, “Transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari apabila UMKM ingin berkembang menghadapi persaingan pasar semakin dinamis.”
“Kehadiran UMKM di platform digital membuka peluang pasar lebih luas sekaligus mempermudah komunikasi dengan pelanggan,” jelas tim pengabdian kepada seluruh peserta.
Sesi diskusi berlangsung interaktif ketika peserta menyampaikan berbagai pengalaman melayani pelanggan serta tantangan memasarkan produk menggunakan platform digital setiap harinya.
Beragam pertanyaan mengenai pelayanan, pemasaran, hingga pengembangan usaha menunjukkan semangat pelaku UMKM Banyuraden untuk terus belajar meningkatkan kualitas bisnis mereka bersama.
Program pendampingan berkelanjutan ini diharapkan membentuk pelaku UMKM yang unggul melalui peningkatan kualitas produk, pelayanan, serta pemanfaatan teknologi digital secara maksimal.
“Sinergi perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan pelaku usaha diyakini mampu mendorong UMKM Banyuraden naik kelas, semakin mandiri, adaptif, serta berkelanjutan,” tutup tim pengabdian.(ady)

