138 MAHASISWA DARI 13 NEGARA BELAJAR BUDAYA BANTEN DI DESA WISATA BUKIT SINYONYA PANDEGLANG

GERBANGPATRIOT.COM, PANDEGLANG – Desa Wisata Bukit Sinyonya di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, kembali menjadi sorotan internasional. Sebanyak 138 mahasiswa dan wisatawan mancanegara dari 13 negara berkunjung ke desa tersebut untuk mempelajari budaya, tradisi, dan kearifan lokal Banten.

Kunjungan yang berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026 ini merupakan bagian dari program wisata edukasi berbasis budaya dan lingkungan. Para peserta tidak hanya menikmati panorama alam Bukit Sinyonya, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

Sepanjang hari, para tamu asing diajak mengikuti aktivitas khas Banten. Mulai dari belajar dasar-dasar pencak silat, membatik, memainkan angklung, hingga mencoba permainan tradisional. Melalui pengalaman itu, para mahasiswa merasakan langsung nilai gotong royong, keramahan warga, serta filosofi budaya yang diwariskan turun-temurun.

Jadi Ruang Diplomasi Budaya
Wahyu Kusnadiharja, Kepala Desa Bandung sekaligus Pengelola Desa Wisata Bukit Sinyonya, menyebut kunjungan ini sebagai momentum penting memperkenalkan potensi pariwisata Pandeglang ke dunia.

“Kunjungan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Melalui Desa Wisata Bukit Sinyonya, kami ingin memperkenalkan budaya, tradisi, dan kearifan lokal Indonesia kepada negara-negara sahabat. Semoga dari pertemuan ini lahir persahabatan, kolaborasi, serta semakin banyak wisatawan yang datang mengenal Pandeglang,” ujarnya.

Menurutnya, desa wisata bukan hanya destinasi rekreasi, tetapi juga ruang belajar lintas budaya yang mempertemukan masyarakat lokal dengan warga dunia. Ia berharap kehadiran tamu mancanegara dapat membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, hingga pengembangan ekonomi kreatif desa.

Belajar Sustainability Selama 1 Minggu
Septian Sugara, International Office Manager Universitas Multimedia Nusantara, menjelaskan Bukit Sinyonya dipilih karena budaya dan adat istiadatnya masih terjaga.

“Kami ada 138 peserta, dari 13 negara seperti Eropa, Timur Tengah hingga ASEAN. Jadi selama satu minggu mereka akan belajar sustainability, nilai-nilai keberlanjutan dan budaya Indonesia,” katanya.

Para peserta berasal dari berbagai negara di Eropa, Timur Tengah, dan ASEAN. Selama sepekan mereka akan mengikuti program pembelajaran tentang keberlanjutan lingkungan dan budaya Indonesia.

Dengan semangat pelestarian budaya dan gotong royong, Desa Wisata Bukit Sinyonya membuktikan bahwa desa di Indonesia mampu menjadi jembatan diplomasi budaya. Para peserta tidak hanya datang sebagai wisatawan, tetapi juga sebagai duta persahabatan yang akan membawa cerita tentang keberagaman Indonesia ke negara masing-masing.(denni)