Ketua Umum Pemuda Peduli Indonesia: Meski Berasal dari Besan KDM,Komjen Pol. Karyoto Dipandang sebagai Sosok Profesional yang Mengabdi untuk Negeri

GERBANGPATRIOT.COM, Jakarta – Ketua Umum Pemuda Peduli Indonesia, Bima Amsterdam, menyatakan bahwa sosok Komjen Pol. Drs. Karyoto, S.I.K., M.H. layak mendapat apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Menurutnya, rekam jejak, integritas, dan profesionalisme harus menjadi ukuran utama dalam menilai seorang calon pemimpin Polri, bukan latar belakang keluarga atau kedekatan dengan tokoh tertentu.

“Komjen Pol. Karyoto merupakan figur yang telah lama mengabdikan diri di institusi Polri. Pengalaman, kapasitas kepemimpinan, serta komitmennya dalam menjalankan tugas merupakan modal penting untuk membawa Polri semakin profesional dan dipercaya masyarakat,” ujar Bima Amsterdam dalam keterangannya, Selasa.

Bima menilai bahwa berbagai pandangan yang mengaitkan Komjen Karyoto dengan hubungan keluarga atau kedekatan dengan figur publik tidak semestinya mengaburkan penilaian terhadap rekam jejak dan kinerjanya.

“Meski berasal dari besan Kang Dedi Mulyadi (KDM), hal itu tidak boleh menjadi dasar utama penilaian. Yang harus dilihat adalah integritas, kompetensi, dan dedikasinya selama mengabdi kepada negara. Jabatan publik harus dinilai berdasarkan merit dan prestasi,” tegasnya.

Ia juga berharap proses penentuan Kapolri tetap mengedepankan prinsip objektivitas, profesionalisme, dan kepentingan nasional, sehingga sosok yang terpilih benar-benar mampu memperkuat reformasi institusi Polri serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Siapa pun yang dipercaya menjadi Kapolri harus mampu menjaga marwah institusi, menegakkan hukum secara adil, serta menjadi pemimpin yang mengayomi seluruh elemen masyarakat. Komjen Pol. Karyoto memiliki pengalaman panjang yang patut menjadi salah satu pertimbangan,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Bima mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati proses yang berjalan sesuai ketentuan konstitusi serta mengedepankan persatuan.

“Kita harus memberikan ruang bagi proses yang objektif dan menghindari narasi yang memecah belah. Yang terpenting adalah Polri dipimpin oleh figur yang profesional, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.(*)