UMY Gelar Scopus Class, 85 Dosen Siapkan 110 Artikel untuk Jurnal Internasional

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kegiatan Scopus Class yang diikuti 85 dosen UMY

Foto kegiatan Scopus Class yang diikuti 85 dosen UMY

GERBANGPATRIOT.COM, YOGYAKARTA – Sebanyak 85 dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan total 110 judul artikel mengikuti Scopus Class yang diselenggarakan pada Kamis (23/7) di Ballroom University Hotel UMY. Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UMY tersebut menjadi salah satu strategi universitas untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah sekaligus memperkuat kapasitas dosen dalam menembus jurnal internasional bereputasi.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG., M.Kes., menegaskan bahwa peningkatan kualitas publikasi ilmiah menjadi salah satu prioritas universitas. Menurutnya, publikasi bereputasi memiliki peran penting dalam pengembangan karier akademik dosen, termasuk dalam pengajuan jabatan akademik guru besar.

Ia menjelaskan bahwa UMY berhasil meningkatkan jumlah dokumen ilmiah yang terindeks Scopus dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tantangan selanjutnya bukan sekadar menambah jumlah publikasi, melainkan meningkatkan mutu artikel agar memperoleh lebih banyak sitasi dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta reputasi universitas di tingkat internasional.

“Melalui kelas terfokus seperti ini, kami ingin meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun artikel ilmiah yang layak dipublikasikan di jurnal bereputasi. Harapannya, bukan hanya jumlah publikasi yang meningkat, tetapi juga kualitas dan dampaknya,” ujar Supriyatiningsih.

Ketua pelaksana Scopus Class, Dr. Yessi Jusman, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa program penyusunan tinjauan pustaka sistematis atau systematic literature review (SLR) menjadi salah satu skema baru yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Program ini dirancang untuk mendampingi dosen menghasilkan artikel ilmiah berkualitas yang siap diajukan ke jurnal internasional bereputasi.

“Program ini tidak sekadar ditujukan untuk meningkatkan jumlah publikasi, tetapi juga memperkuat kualitas artikel ilmiah yang dihasilkan dosen. Melalui pendampingan intensif, kami berharap publikasi dosen UMY memiliki dampak ilmiah yang lebih besar, memperoleh lebih banyak sitasi, serta memperkuat reputasi akademik universitas di tingkat internasional,” ujar Yessi.

Ia menambahkan, antusiasme dosen terlihat sejak masa pendaftaran dibuka. Dari target awal sebanyak 60 peserta, jumlah pendaftar mencapai 85 dosen dengan total 110 judul artikel. Sejumlah dosen bahkan mendaftarkan lebih dari satu judul sebagai bentuk keseriusan dalam mengikuti rangkaian pendampingan.

Selain pendampingan penyusunan artikel, UMY memberikan dukungan berupa fasilitasi biaya pemrosesan artikel atau article processing charge (APC) sesuai dengan skema yang telah ditetapkan. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong dosen untuk lebih percaya diri menargetkan publikasi di jurnal internasional bereputasi.

Scopus Class tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga pendampingan langsung dalam proses penyusunan artikel. Para peserta dibagi ke dalam sejumlah kelompok kecil dan didampingi oleh mentor berpengalaman. Dengan skema tersebut, setiap peserta memperoleh bimbingan mulai dari penyusunan SLR, penentuan jurnal tujuan, penyesuaian artikel dengan ruang lingkup dan pedoman penulisan jurnal, hingga proses pengajuan naskah.

Melalui Scopus Class, UMY berupaya membangun ekosistem publikasi ilmiah yang berkelanjutan melalui pendampingan yang terarah. Program tersebut diharapkan mampu mendorong dosen menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, relevan, memiliki daya sitasi, serta memberikan dampak akademik dan sosial yang lebih luas. (LSI)

 

Sumber : humas umy

Berita Terkait

Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi
Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang
Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif
Dua Kepala Daerah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Pakar UMY Soroti Titik Rawan Kewenangan
Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung
PUSDHAM UMY Ajukan Amicus Curiae dalam Perkara PHPU Pilpres 2024 di MK
Pelunasan BLBI Selesai, Ekonom UMY Ingatkan Risiko Ketergantungan pada Surplus BI
Ekonom UMY Jelaskan Mekanisme Surplus BI di Balik Pelunasan Utang BLBI

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:17 WIB

Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi

Rabu, 30 September 2026 - 12:27 WIB

Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang

Rabu, 30 September 2026 - 11:37 WIB

Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif

Rabu, 30 September 2026 - 11:31 WIB

Dua Kepala Daerah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Pakar UMY Soroti Titik Rawan Kewenangan

Rabu, 30 September 2026 - 09:10 WIB

Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung

Berita Terbaru

Bandung

KDS Buka Pintu Kerja Sama Pengelolaan Si Jalak Harupat

Kamis, 1 Okt 2026 - 16:47 WIB