Kemarau Panjang Hantam Pertanian Pandeglang, 686 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan
GERBANGPATRIOT.COM, PANDEGLANG – Musim kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga September 2026 mengancam sektor pertanian di Kabupaten Pandeglang. Kondisi cuaca panas ekstrem memicu kekeringan di ratusan hektar lahan sawah dan memperparah krisis air bersih di 19 desa.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang mencatat total 686 hektar lahan pertanian terdampak kekeringan. Dari jumlah tersebut, 98 hektar masih terdampak, sementara 590 hektar berhasil diselamatkan karena petani melakukan percepatan panen.
Data Rinci Lahan Terdampak dan Terancam
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Pandeglang, Nuridawati, merinci total lahan yang terancam kekeringan saat ini mencapai 515 hektar yang tersebar di 11 kecamatan.
“Kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung panjang hingga bulan September atau lebih dengan suhu yang jauh lebih panas. Wilayah selatan seperti Kecamatan Angsana berdampak sangat parah karena mengandalkan sawah tadah hujan, sementara wilayah utara terbantu sumber air dan letak geografis perbukitan,” ujar Nuridawati, saat dihubungi awak media via WhatsApp, Selasa (28/7/2026).
Berikut rincian data lahan terdampak dan terancam kekeringan per kecamatan:
Munjul: 420 ha – sudah panen
Angsana: 170 ha – sudah panen
Sindangresmi: 6 ha terdampak, 200 ha terancam
Cikeusik: 1 ha terdampak
Cigeulis: 1 ha terdampak
Picung: 5 ha terdampak, 80 ha terancam
Patia: 22 ha terdampak, 90 ha terancam
Labuan: 3 ha terdampak, 20 ha terancam
Sukaresmi: 30 ha terdampak, 55 ha terancam
Pagelaran: 25 ha terdampak, 60 ha terancam
Menes: 3 ha terdampak, 10 ha terancam
“Meski sebagian wilayah terdampak, petani di Kecamatan Munjul dan Angsana berhasil menyelamatkan hasil panen sebelum kekeringan meluas,” tambahnya.
Pemda Genjot Pompanisasi dan Pipanisasi
Untuk meringankan beban petani, Pemkab Pandeglang bersama Pemerintah Provinsi Banten terus menggenjot program pompanisasi dan pipanisasi.
“Kami terus bersinergi dengan pemerintah daerah maupun provinsi terkait program pompanisasi dan pipanisasi untuk membantu para petani meringankan beban kerugian. Upaya teknis ini diharapkan mampu menyelamatkan sisa lahan pertanian yang masih terancam kekeringan ekstrem,” kata Nuridawati.
Krisis Air Bersih Meluas ke 19 Desa
Dampak kemarau tidak hanya pada pertanian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pandeglang mencatat krisis air bersih kini melanda 8 kecamatan yang mencakup 19 desa. Ribuan warga terpaksa mengandalkan pasokan air bersih darurat.
Pemerintah daerah berkomitmen menyuplai air bersih secara berkala menggunakan armada tangki untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang sumurnya mengering.(Denni)

