Permudah Layanan Administrasi, IKD Dukcapil Kemendagri Raih Penghargaan Top Public Service Application for Ministry
GERBANGPATRIOT.COM, Jakarta – Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dikembangkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meraih penghargaan Top Public Service Application for Ministry pada ajang JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026. Penghargaan tersebut diserahkan CEO JawaPos.com Dhimas Ginanjar kepada Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan.
IKD merupakan KTP elektronik dalam bentuk digital yang tersimpan di telepon seluler. Aplikasi ini memuat data kependudukan, Kartu Keluarga (KK), serta dokumen penting lainnya sehingga memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan administrasi, layanan kesehatan, perbankan, maupun pendidikan tanpa perlu membawa atau menggandakan dokumen fisik.
Dhimas mengatakan, JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 digelar sebagai bentuk apresiasi kepada kementerian, lembaga, badan usaha, dan berbagai organisasi yang terus beradaptasi, berinovasi, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui transformasi digital. Media menjadi saksi lahirnya ide-ide baru, menjadi saksi keberanian perusahaan untuk berubah, dan menjadi saksi bagaimana inovasi menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin memberikan apresiasi kepada para pelaku perubahan itu,” katanya saat memberikan sambutan pada pembukaan JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026, di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Ia mengungkapkan, keberhasilan transformasi digital tidak semata ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh budaya kerja dan keberanian organisasi untuk terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Ia menegaskan bahwa teknologi bukanlah tujuan, melainkan alat.
“Yang paling penting adalah keberanian untuk berubahnya, karena apa pun teknologi yang digunakan akan sulit kalau misalkan dari budaya kerja dan perusahaannya tidak ada yang mau berubah,” ujarnya.
Dhimas menambahkan, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga setiap organisasi dituntut untuk terus belajar. Menurutnya, perjalanan tersebut tidaklah mudah sehingga setiap organisasi dituntut untuk terus beradaptasi dan tidak cepat berpuas diri atas capaian yang telah diraih.
“Bagi kami, digital ini sebuah maraton yang mungkin tidak ada garis finisnya. Saat ini kita mungkin tahu apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi era digital, tapi besok ketika tiba-tiba ada teknologi baru, ada algoritma baru, kita seakan memulainya lagi dari nol. Tapi ya itu adalah tantangan yang harus kita lewati,” tandasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bidang Komunikasi dan Media Massa Molly Prabawaty yang mewakili Menteri Komdigi Meutya Hafid, Direktur Infovesta Utama Wawan Hendrayana, serta para perwakilan kementerian/lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perusahaan swasta penerima penghargaan. (gla)
Sumber : Puspen Kemendagri

