Dinas LH Kota Bekasi Lakukan Verifikasi Penilaian Sekolah Adiwiyata 2026

GERBANGPATRIOT.COM, KOTA BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi saat ini tengah melaksanakan verifikasi penilaian Sekolah Adiwiyata untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta. Penilaian dilakukan sebagai bagian dari penerapan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS), dengan fokus pada pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, serta tata kelola sarana dan prasarana yang ramah lingkungan.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Bekasi, Pra Fitria Angelina, S.Sos., mengatakan, saat ini terdapat 16 sekolah yang sedang menjalani proses verifikasi Adiwiyata. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SDN Aren Jaya 1, SDN Aren Jaya 2, SDN Jatirasa 2, SD Strada Budi Luhur 2, Sekolah Islam Aulia, SD Strada, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tarbiyah Nurul Iman, MI Nurul Ikhlas, MI Prima, SMPN 38 Kota Bekasi, SMPN 39 Kota Bekasi, SMP IT Raudatul Jannah, SMP Al Azhar 9, SMP Global Pelita Mandiri, SMP Teratai Putih Global, dan MTs Khairiyah.

“Kami melakukan verifikasi lapangan sekaligus penilaian terhadap berbagai aspek, mulai dari kebijakan sekolah, proses pembelajaran, kegiatan partisipatif warga sekolah, hingga ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung pelestarian lingkungan. Kami juga menilai keberadaan tanaman obat keluarga (TOGA), kebun pangan, tanaman sayuran, pepohonan, kolam ikan, hingga greenhouse yang dimiliki sekolah,” ujar Fitria saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, pelaksanaan Program Adiwiyata sejalan dengan program Pemerintah Kota Bekasi yang menargetkan penanaman tiga juta pohon sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

“Hingga saat ini terdapat 143 sekolah di Kota Bekasi yang telah menyandang predikat Sekolah Adiwiyata. Rinciannya, 81 sekolah Adiwiyata tingkat Kota Bekasi, 52 sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat, sembilan sekolah Adiwiyata tingkat Nasional, dan satu sekolah Adiwiyata Mandiri,” jelasnya.

Fitria berharap jumlah sekolah yang berhasil meraih predikat Adiwiyata, baik di tingkat kota, provinsi, nasional maupun mandiri, terus bertambah. Menurutnya, keberhasilan tersebut memerlukan komitmen dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, masyarakat sekitar, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Dalam proses verifikasi, DLH Kota Bekasi juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Bank Sampah Induk Patriot, serta sejumlah mitra terkait. Sekolah yang dinyatakan lolos pada tingkat Kota Bekasi akan diusulkan mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat, kemudian berpeluang melanjutkan ke tingkat nasional.

“Harapan utama dari Program Adiwiyata adalah membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan. Kebiasaan menjaga kebersihan harus dimulai sejak di lingkungan sekolah dan terus diterapkan di rumah maupun lingkungan tempat tinggal. Anak-anak perlu dibiasakan untuk tidak membuang sampah sembarangan, mampu memilah sampah sesuai jenisnya, serta bijak dalam mengonsumsi makanan agar tidak menimbulkan pemborosan yang berujung pada bertambahnya sampah,” pungkas Fitria.(Hans)