Penjualan Rokok Tanpa Pita Cukai di Klitren Dimediasi, Polisi Imbau Persaingan Usaha Sehat

GERBANGPATRIOT.COM, ‎JOGJA – Penjualan rokok tanpa pita cukai di Kampung Kepuh, Klitren, Gondokusuman, nyaris memicu konflik antar warga akibat persaingan usaha tidak sehat berkepanjangan setempat.

‎Permasalahan bermula ketika sebuah Warmindo diketahui menjual rokok ilegal tanpa pita cukai dengan harga jauh lebih murah dibandingkan rokok resmi beredar.

‎Kondisi tersebut membuat toko kelontong di samping Warmindo mengalami penurunan omzet cukup signifikan akibat perbedaan harga yang sulit bersaing setiap hari.

‎Warga menyebut persaingan usaha semakin memanas karena penjualan rokok ilegal tetap berlangsung meskipun sebelumnya sudah diberikan teguran secara baik-baik bersama lingkungan.

‎”Kami berharap semua pelaku usaha mematuhi aturan agar persaingan tetap sehat,” ujar salah seorang warga dalam musyawarah penyelesaian persoalan tersebut bersama.

‎Melihat situasi mulai memanas, pengurus Kampung Kepuh bersama Ketua RW 14 dan RT 56 segera mengambil langkah cepat melakukan koordinasi bersama.

‎Mereka kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Klitren, Aiptu Andreas Triyono, S.H., untuk membantu memediasi persoalan yang berpotensi berkembang menjadi konflik lebih besar.

‎Forum musyawarah digelar pada Jumat malam dengan menghadirkan kedua belah pihak guna mencari solusi damai melalui pendekatan kekeluargaan dan edukasi hukum.

‎Dalam pertemuan itu, Aiptu Andreas memberikan penjelasan mengenai aturan peredaran rokok tanpa pita cukai beserta ancaman pidana yang mengikutinya secara tegas.

‎”Menjual rokok tanpa pita cukai melanggar regulasi dan merugikan pelaku usaha lain,” tegas Aiptu Andreas di hadapan seluruh peserta musyawarah malam itu.

‎Ia juga mengingatkan bahwa praktik tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi turut menciptakan persaingan usaha yang tidak adil di lingkungan masyarakat.

‎”Kami mengedepankan penyelesaian damai agar hubungan antar warga tetap harmonis dan kegiatan usaha berjalan kondusif,” lanjut Aiptu Andreas dalam forum tersebut bersama.

‎Setelah menerima penjelasan hukum, pemilik Warmindo mengakui kekeliruannya dan menyatakan kesediaan menghentikan penjualan rokok ilegal mulai saat itu juga sepenuhnya.

‎”Saya berjanji tidak lagi menjual rokok tanpa pita cukai dan akan bersaing secara sehat,” ungkap pemilik Warmindo di hadapan peserta musyawarah.

‎Kesepakatan damai akhirnya tercapai setelah kedua pihak saling memahami kondisi masing-masing dan sepakat menjaga hubungan baik demi kenyamanan lingkungan usaha bersama.

‎Warga mengapresiasi langkah cepat Bhabinkamtibmas serta pengurus kampung yang mampu meredam potensi konflik melalui pendekatan persuasif, dialog, dan musyawarah kekeluargaan bersama.

‎Keberhasilan mediasi tersebut menjadi contoh bahwa edukasi hukum, komunikasi terbuka, dan kebersamaan mampu menjaga keamanan, ketertiban, serta persaingan usaha yang sehat berkelanjutan. (waw)