808 Hektare Lahan Padi di Pandeglang Terdampak Kekeringan, 17 Kecamatan Masuk Zona Rawan

GERBANGPATRIOT.COM, PANDEGLANG – Bencana hidrometeorologis berupa kekeringan berdampak pada lahan sawah di Kabupaten Pandeglang pada Musim Tanam 2026.

Berdasarkan hasil identifikasi dan pengamatan patroli Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan / POPT di lapangan, dampak kekeringan telah terjadi di 17 kecamatan dan 37 desa di wilayah Kabupaten Pandeglang.

17 Kecamatan terdampak:
Munjul, Angsana, Sindangresmi, Cikeusik, Cigeulis, Picung, Patia, Labuan, Sukaresmi, Pagelaran, Menes, Cikedal, Cipucang, Panimbang, Carita, Jiput, dan Cadasari.

Umur tanaman padi yang terdampak bervariasi antara 10 – 88 Hari Setelah Tanam / HST dengan varietas yang ditanam di antaranya Inpari 32, M70D, dan Ciherang.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan / Distanak Kabupaten Pandeglang, Nuridawati, menerangkan saat dikonfirmasi lewat WhatsApp, Kamis (6/8/2026), bahwa dampak kekeringan sudah dapat diinventarisir berdasarkan tingkat kerusakan.

“Ringan 738 Ha, Sedang 50 Ha, Berat 17 Ha, dan Puso 3 Ha. Total keseluruhan 808 Ha per 2 Agustus 2026,” terangnya.

Catatan Data:
Data per 2 Agustus 2026
Pendataan kerusakan masih terus dilakukan dan pengamatan POPT
Validitas data dipengaruhi oleh hujan dan penyiraman

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pandeglang diharapkan segera melakukan upaya mitigasi seperti pemberian bantuan pompa air, pengaturan pola tanam, dan bantuan benih bagi lahan yang mengalami puso agar dampak terhadap produksi padi MT 2026 dapat diminimalisir.(Denni)