Apresiasi Event Inklusi, Wali Kota Yogyakarta Tegaskan Pendidikan Gratis untuk Difabel

Kamis, 13 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, YOGYAKARTA — Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi kegiatan yang mengangkat semangat inklusi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, pembangunan berbasis inklusi menjadi bagian penting agar prinsip no one left behind benar-benar diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Hasto usai menghadiri event pemecahan rekor MURI melalui pembacaan dan pengucapan teks Proklamasi serta Pancasila menggunakan bahasa isyarat yang digelar di depan Benteng Vredeburg Yogyakarta, Rabu (12/8/2026).

Hasto menilai kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam memberikan pelayanan yang setara bagi warga penyandang disabilitas, khususnya di bidang pendidikan.

“Acara ini menurut saya bagus karena bagaimana inklusi itu betul-betul diangkat. Pembangunan berbasis inklusi, kemudian no one left behind, itu menjadi satu hal yang penting,” ujar Hasto.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan perhatian terhadap akses pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas. Bahkan, biaya pendidikan bagi anak difabel warga Kota Yogyakarta ditanggung, baik yang bersekolah di sekolah negeri maupun swasta.

“Jangan khawatir tidak bisa masuk sekolah negeri, jangan khawatir nanti harus bayar di swasta karena kami juga akan menanggung itu semua,” tegasnya.

Menurut Hasto, kebijakan tersebut merupakan bagian dari semangat Kota Yogyakarta untuk memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan tanpa terkecuali.

Hasto juga meminta warga penyandang disabilitas yang belum mendapatkan fasilitas pendidikan gratis untuk segera menghubungi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Ia mengatakan, secara umum mekanisme layanan tersebut telah berjalan. Namun, apabila masih terdapat warga yang belum terlayani atau terlewat dalam pendataan, pemerintah daerah siap menindaklanjutinya.

“Kalau seandainya belum, ada yang belum, ada yang kelewatan, hubungi langsung Dinas Pendidikan,” katanya.

Hasto juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan tersebut secara langsung kepadanya melalui kegiatan open house yang rutin dilakukannya.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto berpesan kepada para penyandang disabilitas agar tidak merasa rendah diri atau berkecil hati karena keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk meraih prestasi.

“Banyak orang yang fisiknya belum tentu sempurna tetapi prestasinya luar biasa. Banyak juga orang yang fisiknya sempurna tapi belum tentu berprestasi,” ungkapnya.

Ia mendorong para penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat maupun bangsa dan negara.

“Bagi para difabel yang ada di Kota Yogyakarta, ayolah kita tetap maju untuk diri kita, untuk masyarakat kita dan untuk bangsa dan negara,” pungkas Hasto.

Kegiatan pemecahan rekor MURI dengan pembacaan dan pengucapan teks Proklamasi serta Pancasila menggunakan bahasa isyarat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa inklusi bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari pembangunan yang memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat. (Aga)

Berita Terkait

Bidik 7.500 Mahasiswa Baru, UMY Dorong Dosen Aktif Promosikan Kampus
Keselamatan Perjalanan Kereta Jadi Tanggung Jawab Bersama, KAI Ajak Semua Pihak Terlibat
Warisan Leluhur Jadi Sorotan FKPPAI DIY
Disambut Antusias, Tantangan Hasto Gerakkan Karang Taruna Jogja
Muhammadiyah Dorong PTMA Atur Batas Penggunaan AI agar Tak Lahirkan Lulusan ‘Kosong
Demokrasi hingga Pengelolaan SDA, Haedar Nashir Soroti Konstruksi Ke-Indonesiaan
117 PTMA Belum Punya Guru Besar, Forkom GB-PTMA Gagas Muhammadiyah United
‎Baliho Raksasa Siswa SD di Jogja Viral, DPMPTSP Buka Suara

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Bidik 7.500 Mahasiswa Baru, UMY Dorong Dosen Aktif Promosikan Kampus

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Keselamatan Perjalanan Kereta Jadi Tanggung Jawab Bersama, KAI Ajak Semua Pihak Terlibat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Warisan Leluhur Jadi Sorotan FKPPAI DIY

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Disambut Antusias, Tantangan Hasto Gerakkan Karang Taruna Jogja

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Muhammadiyah Dorong PTMA Atur Batas Penggunaan AI agar Tak Lahirkan Lulusan ‘Kosong

Berita Terbaru

Yogyakarta

Warisan Leluhur Jadi Sorotan FKPPAI DIY

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:20 WIB