Ra’Nggagas Solidarity Bergerak Cepat, 40 Tangki Air Bersih Disalurkan untuk Warga

GERBANGPATRIOT.COM, ‎Gunungkidul – Ra’Nggagas Solidarity menyalurkan 40 tangki air bersih kepada warga Padukuhan Kemesu, Kalurahan Semugih, Rongkop, Gunungkidul, Kamis (13/8/2026), bagi warga terdampak secara berkelanjutan.

Bantuan tersebut diserahkan simbolis mulai pukul 11.00 WIB, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang menghadapi krisis air berkepanjangan di tengah kemarau panjang.

Ketua Ra’Nggagas Solidarity Totok Agus alias Gogon mengatakan bantuan tersebut dikumpulkan melalui iuran sukarela seluruh anggota organisasi bagi warga terdampak secara berkelanjutan.

“Dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, kami menyalurkan bantuan air bersih diberbagai tempat,” ujar Gogon di tengah kemarau panjang bagi warga terdampak.

Menurutnya, bantuan senilai Rp6,4 juta itu setara dengan 40 tangki air bersih yang diharapkan manfaatnya dirasakan masyarakat bagi warga terdampak secara berkelanjutan.

“Harapan kami, ormas ini selalu bermanfaat untuk masyarakat dan anggota kami selalu dilancarkan rezekinya,” katanya di tengah kemarau panjang bagi warga terdampak.

Gogon menegaskan, kegiatan sosial tersebut akan terus diupayakan secara rutin sebagai bentuk komitmen membantu masyarakat yang membutuhkan bagi warga terdampak secara berkelanjutan.

“Semoga bantuan seperti ini dapat terus rutin dilaksanakan,” kata Gogon, seraya mengapresiasi dukungan Dit Binmas Polda DIY dan Polsek Rongkop secara berkelanjutan.

Kompol Suwandi dari Dit Binmas Polda DIY bersama anggota turut hadir dalam penyerahan simbolis bantuan air bersih tersebut di tengah kemarau panjang.

Kapolsek Rongkop Kompol Sartono, S.Sos., Lurah Semugih Suyata, serta unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga menghadiri kegiatan tersebut bagi warga terdampak secara berkelanjutan.

Lurah Semugih Suyata menyampaikan terima kasih atas perhatian Ra’Nggagas Solidarity terhadap warga yang sedang mengalami krisis air bagi warga terdampak secara berkelanjutan.

“Bantuan 40 tangki ini sangat berarti bagi warga kami,” ujar Suyata saat menyampaikan sambutan di Padukuhan Kemesu bagi warga terdampak secara berkelanjutan.

Suyata menjelaskan, Padukuhan Kemesu memiliki 67 kepala keluarga, namun belum seluruh rumah tersambung pipa saluran rumah di tengah kemarau panjang secara berkelanjutan.

“Mulai April hingga Agustus tidak ada hujan, sehingga tampungan air warga kosong dan kebutuhan air semakin mendesak,” jelasnya di tengah kemarau panjang.

Warga, lanjut Suyata, terpaksa membeli air tangki seharga Rp120 ribu hingga Rp150 ribu, dengan pemakaian sekitar satu minggu di tengah kemarau panjang.

Selain Kemesu, tiga padukuhan lain di Semugih masih mengalami krisis air, yakni Karangwetan, Gandu, dan Kemiri, sehingga bantuan perlu diperluas secara berkelanjutan.

Ra’Nggagas Solidarity berharap semangat gotong royong tersebut terus tumbuh, sehingga bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di Gunungkidul bagi warga terdampak.(waw)