Rayakan Kemerdekaan, Warga Perum Polda Kompak Jaga Pangan dan Kerukunan
GERBANGPATRIOT.COM, Sleman – Warga Perum Polda RT.15, RW.03 Purwomartani Kalasan melaksanakan tirakatan HUT Kemerdekaan ke-81 dengan semangat kebersamaan, kerukunan, solidaritas, serta rasa syukur bersama malam penuh keakraban warga setempat.
Ketua RT.15 Perum Polda, Eko Rizwanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan warga sekaligus menyampaikan harapan menghadapi berbagai tantangan kemerdekaan tahun ini.
“Ini sebenarnya acara tirakatan 17 Agustus, dan kami membuatnya karena keresahan yang dirasakan warga,” ujar Eko dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026) malam.
Menurut Eko, kondisi masyarakat menjadi alasan utama kegiatan dikemas sederhana, namun tetap menghadirkan semangat persatuan dan optimisme menyambut kemerdekaan di tengah suasana kemerdekaan.
“Acara ini kami beri judul Gumregah Antum Berkah, berangkat dari kerukunan dan solidaritas yang kuat di RT.15 Perum Polda,” katanya sebagai semangat utama.
“Perayaan HUT Kemerdekaan menjadi momen tahunan yang serius digarap teman-teman warga Perumpolda,” kata Eko, menegaskan pentingnya kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antar warga setempat.
“Kebersamaan ini melibatkan seluruh warga untuk saling mendukung demi menyiapkan rangkaian Agustusan yang meriah, berkesan, dan bermakna,” ujarnya bagi seluruh warga RT.15
Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, warga RT 15 mengakui berbagai tantangan hidup tetap dirasakan masyarakat dalam keseharian mereka di tengah kondisi sosial.
Namun, warga memilih tetap optimistis dan mensyukuri dua hal utama, yakni ketahanan pangan serta kerukunan yang terus dijaga bersama untuk menghadapi masa depan.
“Kami meyakini bahwa selama masih bisa berbagi, harapan dan kekuatan akan selalu ada,” tegasnya menyampaikan semangat warga bagi seluruh warga setempat lainnya.
Rangkaian perayaan tahun ini tidak banyak menghadirkan lomba untuk orang dewasa karena kondisi warga dinilai perlu menyesuaikan keadaan dan fokus pada anak-anak bersama.
“Lomba tetap ada, tetapi untuk anak-anak saja. Untuk bapak-bapak tidak ada karena memang kondisinya sedang seperti ini,” jelasnya sesuai kemampuan warga saat ini.
Meski sederhana, kegiatan anak-anak tetap dipertahankan sebagai ruang kegembiraan, sekaligus menjaga tradisi perayaan kemerdekaan di lingkungan warga setempat bagi anak-anak warga setempat pula.
Setelah tirakatan, warga juga menyiapkan kirab dengan membawa gunungan berisi hasil bumi, sayur-mayur, serta berbagai bumbu dapur sebagai simbol syukur bersama warga.
“Gunungan hasil bumi, sayur-mayur dan bumbu-bumbuan itu kami arak mengelilingi RW,” kata Eko menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut sebagai bagian syukuran kemerdekaan warga tahun ini.
Setiap RT nantinya mendapat bagian simbolis berupa tenggok yang digunakan ibu-ibu, sebagai bentuk syukur atas rezeki dan kebersamaan kepada warga setiap RT bersama.
“Per RT kita kasih satu tenggok sebagai simbol syukur karena masih diberi rezeki dan semangat menatap Indonesia ke depan,” ujarnya menjaga kebersamaan warga.
Melalui rangkaian sederhana tersebut, warga RT.15 Perum Polda ingin kemerdekaan tidak sekadar dirayakan, tetapi diwujudkan melalui kerukunan dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.(ady)

