DIY Gerak Cepat Bantu Mahasiswa NTT Terdampak Gempa
GERBANGPATRIOT.COM, JOGJA – Yogyakarta kembali menunjukkan solidaritas nyata bagi mahasiswa Nusa Tenggara Timur terdampak gempa melalui bantuan khusus living cost dari Pemda DIY secara langsung segera.
Bantuan tersebut diserahkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan kepada perwakilan Pemprov NTT dan mahasiswa yang terdampak bencana tersebut.
Pemprov NTT mengapresiasi langkah cepat DIY yang menjadi provinsi pertama memberikan intervensi khusus bagi mahasiswa asal NTT setelah bencana gempa bumi terjadi berlangsung.
“Kami sangat berterima kasih, yang paling respons pertama adalah dari DIY,” ujar Moris Sarumaha, sesepuh NTT di DIY kepada wartawan dalam kesempatan tersebut Kamis (20/8/2026).
Moris mengatakan mahasiswa asal NTT tetap merasa menjadi bagian Yogyakarta, sembari berkomitmen menjaga kondusivitas selama menjalani pendidikan di daerah istimewa tersebut Yogyakarta tercinta.
Menurut Moris, kepedulian tersebut memperkuat hubungan mahasiswa NTT dengan Yogyakarta yang selama ini menjadi tempat mereka menuntut ilmu dan berkembang bersama selama ini.
Selain living cost, Pemda DIY menyiapkan bantuan pangan berupa beras, telur, abon ayam, dan mi instan hingga Desember 2026 mendatang rutin setiap bulan.
Alokasi beras mencapai 405 kilogram setiap bulan, sementara bantuan pangan lainnya disalurkan rutin menyesuaikan kebutuhan mahasiswa terdampak bencana tersebut secara berkala oleh pemerintah.
Bantuan pangan itu diharapkan menjaga kebutuhan dasar mahasiswa sehingga mereka dapat berkonsentrasi melanjutkan pendidikan selama keluarga menghadapi dampak bencana di NTT mereka terdampak.
Pemda DIY juga menerbitkan Surat Edaran kepada perguruan tinggi se-DIY agar memberikan keringanan UKT atau biaya pendidikan mahasiswa yang terdampak bencana secara resmi.
Kebijakan tersebut menjadi perhatian penting agar mahasiswa tetap dapat kuliah, meskipun keluarga mereka sedang menghadapi tekanan akibat bencana gempa di NTT saat ini.
Pendataan dilakukan berkelanjutan melalui BPBD DIY dan TRC DIY, dengan sekitar 545 mahasiswa NTT tercatat dalam skema pendataan hingga saat ini sementara ini.
Langkah pendataan tersebut diperlukan agar intervensi pemerintah semakin tepat sasaran, sekaligus memastikan mahasiswa yang membutuhkan tidak terlewat dalam pemberian bantuan lanjutan secara berkala.
Salah seorang penerima manfaat, Vansianus Masir, mahasiswa APMD asal Manggarai Timur, mengaku terbantu setelah komunikasi dengan keluarga sempat terputus pascabencana tersebut di Yogyakarta.
“Saya sempat kesulitan mendapat kabar keluarga dan kiriman,” ungkap Vansianus, menggambarkan situasi mahasiswa setelah gempa mengguncang wilayah asal mereka di NTT tersebut pascabencana yang terdampak.
Bagi mahasiswa NTT, perhatian tersebut bukan sekadar bantuan, melainkan pesan bahwa Yogyakarta hadir ketika keluarga mereka menghadapi masa sulit akibat bencana yang melanda.
“Jogja bukan sekadar tempat menuntut ilmu, tapi juga rumah yang saling menjaga saat duka melanda,” menjadi pesan kuat solidaritas lintas daerah hari ini. (WAW)

