Indonesian Custom Show 2026 “Like Air” Hadirkan Semangat Bebas Berkarya Anak Bangsa
GERBANGPATRIOT.COM, YOGYAKARTA — Indonesian Custom Show (ICS) 2026 kembali hadir membawa semangat baru bagi para pecinta otomotif, builder, pelaku industri kreatif, hingga komunitas custom di Indonesia. Memasuki penyelenggaraan tahun ini, ICS mengusung tema “Like Air” yang dimaknai sebagai kebebasan berekspresi dan berkarya tanpa batas.
Hal tersebut disampaikan dalam press conference Indonesian Custom Show 2026 yang berlangsung pada Jumat (21/8/2026) di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.
Dalam konferensi pers tersebut, perwakilan ICS, Aceng, menjelaskan bahwa tema “Like Air” terinspirasi dari karakter udara yang bebas bergerak dan tidak terbatas oleh ruang.
“Like Air itu adalah karya yang tanpa batas. Seperti udara, dia bebas menyelami, mengarungi selub-belub yang ada di dunia custom,” ujarnya.
Semangat tersebut kemudian diterapkan ICS dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi para builder dan pelaku industri custom untuk menampilkan karya sesuai karakter dan kreativitas masing-masing.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya yang berlangsung selama dua hari, Indonesian Custom Show 2026 kini diperpanjang menjadi tiga hari.
Keputusan tersebut diambil setelah penyelenggara melihat tingginya antusiasme para pelaku dan penghobi dunia custom dalam beberapa tahun terakhir.
Perpanjangan durasi diharapkan memberikan kesempatan lebih besar kepada pengunjung untuk menikmati berbagai karya, aktivitas, konten otomotif, hingga program kreatif yang disiapkan selama gelaran berlangsung.
Antusiasme peserta juga terlihat dari jumlah kendaraan yang mendaftar. Dari sekitar 500 kendaraan yang masuk dalam proses pendaftaran, penyelenggara melakukan kurasi ketat hingga akhirnya memilih lebih dari 200 kendaraan custom, baik mobil maupun motor, untuk tampil di ICS 2026.
Kurasi tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas karya yang ditampilkan sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.
Tingginya antusiasme tersebut bahkan membuka kemungkinan penyelenggaraan ICS di masa mendatang berlangsung lebih lama.
ICS 2026 juga menghadirkan sejumlah konten baru yang membuat gelaran tahun ini tidak sekadar menjadi ajang pamer kendaraan custom.
Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran drift show yang menghadirkan sejumlah pembalap profesional nasional, di antaranya Danny Fabrito, Anindita Hidayat, Diva Zahra, dan Neska Udre.
Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan aksi stunt ride yang melibatkan sejumlah rider, termasuk Mawar Tempuh dan Kingston Asia.
Kehadiran berbagai pertunjukan tersebut membuat ICS 2026 menawarkan pengalaman yang lebih dinamis bagi para pengunjung.
Tak hanya otomotif, ICS juga memperluas ruang kreatif melalui program yang menghubungkan dunia kendaraan custom dengan fashion.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya ICS melihat otomotif bukan hanya sebagai kendaraan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan gaya hidup.
Salah satu program yang diperkuat pada ICS 2026 adalah Build Your Style/Fit Your Style, yang membawa semangat custom ke dunia fashion.
Program ini memperlihatkan bagaimana kendaraan dan fashion sama-sama menjadi media untuk mengekspresikan karakter serta identitas seseorang.
Sejumlah brand dan pelaku fashion turut hadir, termasuk Red Wing Shoes, G-Shock, Terror Garage Bandung, dan Deus.
ICS juga menghadirkan mini fashion show yang menampilkan gaya berpakaian khas para pecinta otomotif. Program tersebut semakin menarik karena turut melibatkan builder legendaris seperti Om Binki dari Biker Station.
Dengan konsep tersebut, ICS ingin menunjukkan bahwa kultur otomotif memiliki hubungan erat dengan berbagai subsektor industri kreatif lainnya.
Dalam press conference, Rifat menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan ICS karena menurutnya industri custom memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari perkembangan industri kreatif Indonesia.
Menurut Rifat, Indonesia memiliki banyak kemampuan dalam menghasilkan karya kreatif dan kerajinan tangan. Namun, industri otomotif nasional selama ini masih banyak menggunakan produk kendaraan yang berasal dari luar negeri.
Karena itu, industri custom dinilai dapat menjadi salah satu pintu bagi anak bangsa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menciptakan karya otomotif.
“Industri custom merupakan satu industri yang bisa menjadi bibit perkembangan dunia otomotif itu sendiri,” kata Rifat.
Ia menilai ICS dapat menjadi wadah bagi para builder untuk memperlihatkan karya mereka kepada publik sekaligus membuka peluang agar karya tersebut berkembang menjadi produk yang lebih besar.
Bagi Rifat, tema “Like Air” juga memiliki makna yang kuat karena udara merupakan sesuatu yang bebas, hadir di mana saja, sekaligus menjadi bagian penting dalam kehidupan.
Semangat tersebut dinilai sejalan dengan harapan agar karya anak bangsa dapat berkembang tanpa batas.
Ia berharap karya-karya yang ditampilkan di ICS tidak hanya mendapatkan apresiasi di dalam negeri, tetapi juga mampu dikenal hingga mancanegara.
Namun, menurutnya, tantangan berikutnya adalah bagaimana karya custom dapat diterima dan digunakan secara legal di jalan raya dengan tetap mengikuti regulasi yang berlaku.
Rifat juga menekankan pentingnya regulasi yang mampu memberikan ruang bagi kreativitas para builder tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan ketentuan hukum.
“ICS sangat memberikan harapan bahwa seluruh hasil karya yang dibuat di Indonesia bisa dikenal dunia. Dan yang paling penting juga adalah bisa dinikmati di negara sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Nohan dari ICS menegaskan bahwa Indonesian Custom Show tidak hanya menjadi tempat memamerkan kendaraan.
ICS diposisikan sebagai wadah pertemuan bagi builder, komunitas, penghobi, pelaku industri, hingga calon konsumen untuk saling bertukar ide, pengalaman, dan membuka peluang kolaborasi.
Menurutnya, ekosistem tersebut diharapkan mampu ikut menggerakkan roda ekonomi kreatif di Indonesia.
“Harapannya ICS bisa menjadi tempat atau wadah bagi bagian itu tadi untuk saling bertemu, bertukar pikiran, sharing, kemudian akan menjadi sesuatu yang tentunya menggerakkan ekonomi,” jelasnya.
Dengan menggabungkan otomotif, fashion, komunitas, industri kreatif, hingga berbagai pertunjukan, ICS 2026 ingin memberikan pengalaman yang lebih luas dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Mengusung semangat “Like Air”, Indonesian Custom Show 2026 bukan hanya tentang mobil dan motor custom, tetapi tentang bagaimana kreativitas anak bangsa mendapatkan ruang untuk bernapas, berkembang, dan terus bergerak tanpa batas. (Aga)

