Universitas Paramadina, Kyoto University, dan LLDIKTI III Bahas Strategi ESG untuk Daya Saing Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Jakarta, 18 Agustus 2026 — Penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia kini semakin strategis karena tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan, tetapi juga memengaruhi investasi, akses pembiayaan, tata kelola perusahaan, dan daya saing dalam rantai pasok global. Hal tersebut menjadi fokus Seminar Publik “Management & Environmental Social Governance” yang diselenggarakan Universitas Paramadina bekerja sama dengan Kyoto University dan LLDIKTI III di Universitas Paramadina, Selasa (18/8/2026).

Associate Professor Kyoto University, Akihisa Mori, Ph.D., menjelaskan bahwa investor memiliki peran penting dalam mendorong transformasi perusahaan menuju bisnis yang berkelanjutan melalui integrasi ESG, screening, hingga corporate engagement. Menurutnya, perubahan menuju ekonomi hijau akan berlangsung lebih cepat apabila investasi rendah karbon menawarkan keuntungan yang kompetitif.

“Investors can use their capital and influence to support companies in changing their strategies and business practices toward sustainability,” ujar Mori.

Mori juga menyoroti meningkatnya tekanan regulasi global seperti EU Taxonomy, CBAM, CSRD, dan standar ISSB yang menuntut perusahaan semakin transparan dalam mengungkapkan strategi net zero, risiko iklim, biodiversitas, dan target keberlanjutan. Ia menekankan pentingnya transition finance untuk membantu sektor industri yang belum dapat langsung beralih menjadi sepenuhnya hijau melalui instrumen seperti green loans, sustainability-linked loans, dan green bonds.

Sementara itu, Prof. Dr. Iin Mayasari menilai Indonesia sebenarnya telah memiliki fondasi regulasi yang kuat, mulai dari UUD 1945, ratifikasi Paris Agreement, NDC, UU P2SK, RPJPN 2025–2045 hingga POJK 51/2017. Namun, tantangan terbesar masih berada pada implementasi, harmonisasi kebijakan, serta kesiapan dunia usaha dan sektor keuangan.

Ia menegaskan bahwa ESG tidak boleh berhenti pada penyusunan laporan keberlanjutan, melainkan harus berkembang menuju pengukuran kinerja nyata dan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat.

“The hardest thing to do is to evaluate the impact,” tegas Prof. Iin.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Diin Fitri Ande, S.E., M.M. menyampaikan bahwa Indonesia sedang berada dalam fase transformasi ESG dengan berbagai tantangan, termasuk kualitas pelaporan, keterbatasan pembiayaan, sumber daya manusia, teknologi, serta infrastruktur. Ia juga menyoroti paradoks transisi energi Indonesia sebagai produsen utama nikel yang menopang industri baterai kendaraan listrik, namun proses produksinya masih menghadapi persoalan lingkungan dan ketergantungan pada energi fosil.

Seminar ini menyimpulkan bahwa ESG harus dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, investor, sektor perbankan, dunia usaha, dan UMKM menjadi kunci agar penerapan ESG tidak sekadar menjadi kewajiban pelaporan, melainkan menghasilkan transformasi ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat serta lingkungan.(lsi)

Sumber : Universitas Paramadina

Berita Terkait

LSP UMY Uji Kompetensi 831 Peserta, Bidik Kerja Sama Sertifikasi Internasional
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Aktivis Buruh Beri Dukungan Moril untuk Gabriel: “Buruh Ini Dipenjara karena Ketidaktahuan Hukum”
Rocky Gerung Ingatkan Mahasiswa: Jangan Sekadar Demo, Pahami Persoalan dan Ideologi!
Komoditas Unggulan Lampung Tampil di Panggung Global, Batin Wulan Promosikan Tepung Mocaf dan Ikan Cobia di Ajang IN2HCC
Gandeng Musisi Yunan Helmi, Mende Resmi Luncurkan Single Terbaru Berjudul “Cerita Cinta”
Raih Penghargaan Tingkat Nasional, BAZNAS Kota Yogyakarta Perkuat Tata Kelola Zakat yang Akuntabel
Teken MoU, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas untuk Menjaga Ketahanan Nasional
IAS Group Raih Apresiasi dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:57 WIB

LSP UMY Uji Kompetensi 831 Peserta, Bidik Kerja Sama Sertifikasi Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Aktivis Buruh Beri Dukungan Moril untuk Gabriel: “Buruh Ini Dipenjara karena Ketidaktahuan Hukum”

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:08 WIB

Rocky Gerung Ingatkan Mahasiswa: Jangan Sekadar Demo, Pahami Persoalan dan Ideologi!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Komoditas Unggulan Lampung Tampil di Panggung Global, Batin Wulan Promosikan Tepung Mocaf dan Ikan Cobia di Ajang IN2HCC

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Gandeng Musisi Yunan Helmi, Mende Resmi Luncurkan Single Terbaru Berjudul “Cerita Cinta”

Berita Terbaru