GERBANGPATRIOT.COM, Pandeglang – Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana (Kemendukbangga/BKKBN) menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Bersama Mitra Kerja di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Hj. Ade Rosi sebagai narasumber. Dalam wawancaranya, Hj. Ade Rosi menjelaskan bahwa program Bangga Kencana merupakan program untuk mendorong keluarga-keluarga di Pandeglang agar menjadi keluarga yang berkualitas.
“Kegiatan dengan BKKBN dalam hal sosialisasi program Bangga Kencana. Jadi kita memberikan dorongan support kepada keluarga-keluarga se-Indonesia dalam hal ini di Pandeglang agar keluarga-keluarga tersebut menjadi keluarga yang berkualitas,” ujar Hj. Ade Rosi.
Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari keluarga. Bukan hanya soal keunggulan ekonomi, infrastruktur dan teknologi, tetapi keunggulan keluarga.
“Karena untuk Indonesia Emas 2045 ya dimulainya harus dari keluarga dulu. Kalau keluarga tidak menghasilkan anak yang berkualitas, tidak menghasilkan ekonomi yang mandiri, perencanaan kependudukannya juga tidak baik kita akan sulit mencapai Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya program ini di tengah maraknya kasus KDRT yang membuat keluarga terpuruk dan anak sulit berkembang.
Di Akhir Wawancara, Singgung Kecelakaan Rombongan TK Manasik Haji
Di akhir wawancara, Hj. Ade Rosi turut menanggapi musibah kecelakaan yang menimpa rombongan anak TK yang akan mengikuti manasik haji di Pandeglang hari ini. Ia mengaku berduka dan sangat menyayangkan kejadian tersebut.
“Ya tentunya kami berduka dan sangat menyayangkan dengan kejadian kecelakaan ini dan berharap ke depannya tidak ada kejadian seperti ini semula,” ucapnya.
Hj. Ade Rosi yang juga memiliki latar di komisi pendidikan di DPR RI, menegaskan bahwa setiap kegiatan apapun yang menyangkut anak sekolah harus memperhatikan keamanan sebagai prioritas utama, termasuk keamanan transportasi dan kondisi fisik pengemudi.
“Eh tetapi kami berharap kegiatan apapun yang menyangkut anak sekolah tentu ini harus diperhatikan yang pertama keamanannya. Kalau misalnya ada ya tentu keamanan transportasinya, keamanan bagaimana kondisi fisik si pengemudinya ini harus diperhatikan ya jangan sampai niatnya baik untuk melakukan pembelajaran, melakukan praktek dalam hal pembelajaran sekolah atau pembelajaran keagamaan tetapi ya karena tadi kecelakaan kemudian unsur-unsur human error yang menyebabkan adanya kecelakaan,” jelasnya.
Ia berharap sekolah dan penyelenggara manasik ke depan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terulang lagi.
“Jadinya sekolah ya tentu harus mempersiapkan ini dengan baik ya agar ke depannya tidak ada hal-hal yang kita tidak inginkan seperti itu,” pungkas Hj. Ade Rosi.(dni)















