Dari Operasi Bibir Sumbing hingga Gigi Tiruan, FKG UMY Layani Warga Temanggung
GERBANGPATRIOT.COM, Temanggung – Sebanyak 1.300 warga Kabupaten Temanggung menjadi sasaran layanan kesehatan gigi dan mulut dalam Community Service #3 yang digelar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKG UMY) bersama Pemerintah Kabupaten Temanggung. Program ini mencakup pemeriksaan kesehatan gigi, pembuatan gigi tiruan, edukasi kesehatan, hingga operasi bibir sumbing.
Community Service #3 secara resmi dibuka di Auditorium Graha Bhumi Phala, Temanggung, Jumat (28/8/2026). Tahun ini, kegiatan tersebut semakin diperkuat melalui kolaborasi internasional dengan Fakultas Pergigian Universiti Malaya, Malaysia.
Sebanyak 11 anggota delegasi dari Universiti Malaya hadir langsung untuk terlibat dalam rangkaian kegiatan di Temanggung. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya FKG UMY memperluas pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional.
Dekan FKG UMY, drg. Edwyn Saleh, Sp.B.M.M., M.A.R.S., mengatakan program tersebut diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
“Tentunya tujuan utama kita adalah meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat di wilayah Kabupaten Temanggung,” ujar Edwyn.
Dari Pemeriksaan Gigi hingga Operasi Bibir Sumbing
Rangkaian Community Servic #3 menghadirkan sejumlah layanan kesehatan yang menyasar berbagai kelompok masyarakat di Kabupaten Temanggung.
Salah satunya adalah operasi bibir sumbing yang telah dilaksanakan terhadap enam pasien. Program ini menjadi bagian dari layanan kesehatan yang diberikan FKG UMY dalam rangkaian pengabdian masyarakat tahun ini.
Selain operasi bibir sumbing, FKG UMY menargetkan pemeriksaan kesehatan gigi bagi sekitar 500 anak. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini.
Program berikutnya berupa pemeriksaan kesehatan gigi gratis bagi sekitar 400 warga yang dilaksanakan di Klenteng Hok Tek Tong, Temanggung.
FKG UMY juga memberikan layanan pembuatan gigi tiruan kepada 100 pasien di sejumlah puskesmas. Layanan ini diharapkan membantu masyarakat yang kehilangan gigi agar dapat memperoleh kembali fungsi pengunyahan, berbicara, dan menunjang kualitas hidup.
Rangkaian kegiatan turut dilengkapi dengan talk show kesehatan gigi dan mulut yang menyasar sekitar 300 pelajar dan masyarakat umum.
Jika dihitung berdasarkan empat kelompok sasaran tersebut, yakni 500 anak, 400 warga, 100 penerima gigi tiruan, dan 300 peserta talk show, program ini menjangkau sekitar 1.300 penerima manfaat. Adapun enam pasien operasi bibir sumbing perlu dikonfirmasi apakah termasuk dalam angka 1.300 tersebut atau merupakan penerima manfaat tambahan.
Kolaborasi Internasional dengan Universiti Malaya
Keterlibatan Fakultas Pergigian Universiti Malaya memberikan dimensi internasional dalam pelaksanaan Community Service #3. Sebelas delegasi dari Malaysia turut terlibat dalam rangkaian kegiatan bersama FKG UMY dan pemangku kepentingan di Temanggung.
Kolaborasi tersebut tidak hanya memperluas jejaring antarperguruan tinggi, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengalaman dalam pelayanan kesehatan gigi dan pengabdian kepada masyarakat.
UMY sendiri memiliki rekam jejak kemitraan dengan Universiti Malaya dalam sejumlah bidang. Sistem kerja sama UMY mencatat Universiti Malaya sebagai salah satu mitra internasional universitas.
Bagi FKG UMY, kolaborasi lintas negara dalam kegiatan pengabdian masyarakat juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi sivitas akademika untuk melihat persoalan kesehatan masyarakat dari perspektif yang lebih luas.
Pemkab Temanggung Apresiasi Pengabdian FKG UMY
Wakil Bupati Temanggung, drg. Nadia Muna, yang turut hadir dalam pembukaan, mengapresiasi rangkaian kegiatan Community Service #3. Nadia yang merupakan alumni FKG UMY menilai kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghadirkan layanan kesehatan yang langsung menyentuh masyarakat.
“Saya melihat kegiatan ini bukan hanyalah kegiatan seremoni, tetapi merupakan kegiatan rangkaian pengabdian yang sangat lengkap dan juga menyeluruh,” ujar Nadia.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi persoalan kesehatan masyarakat. Menurutnya, peningkatan derajat kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi penting karena persoalan kesehatan gigi dan mulut tidak hanya membutuhkan penanganan kuratif, tetapi juga edukasi, pencegahan, pemeriksaan berkala, serta peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Rangkaian Berakhir 29 Agustus
Community Service #3 dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (29/8/2026). Salah satu agenda penutup adalah kontrol pascaoperasi terhadap pasien bibir sumbing di RSUD Kabupaten Temanggung.
Selain pelayanan kesehatan, rangkaian kegiatan juga akan dilengkapi dengan bazar dan pertunjukan seni budaya di Klenteng Hok Tek Tong, Temanggung.
Melalui kegiatan tersebut, FKG UMY tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, masyarakat, dan mitra internasional.
Kolaborasi dengan Fakultas Pergigian Universiti Malaya sekaligus memperluas dimensi pengabdian FKG UMY dari kegiatan berbasis lokal menjadi ruang kerja sama lintas negara yang berorientasi pada peningkatan kesehatan masyarakat. (lsi)
Sumber : Humas umy

