18 Tahun Berlalu, Slank Kembali Guncang Purwokerto Lewat Tour “Hey Slank”
GERBANGPATRIOT.COM, PURWOKERTO — Konser Berani Kita Beda Tour “Hey Slank” memasuki titik ke-9 dengan menyambangi Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (30/8/2026). Konser ini menjadi salah satu rangkaian perayaan tiga tahun perjalanan Rokok HS sekaligus menghadirkan Slank setelah belasan tahun tidak tampil di Purwokerto.
Selain Slank sebagai penampil utama, konser yang digelar di kawasan GOR Satria Purwokerto tersebut juga menghadirkan sejumlah musisi dari berbagai kota. Line up yang disiapkan antara lain Polkadots dari Purwokerto, FSTVLST, Karnamereka dan Afterskema dari Yogyakarta, Preman Disco asal Bandung, serta Souljah dari Jakarta.
Bagi Slank, penampilan di Purwokerto kali ini memiliki cerita tersendiri. Drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim, mengungkapkan bahwa grupnya sudah sangat lama tidak menyambangi kota tersebut.
Bimbim bahkan masih mengingat momen terakhir Slank tampil di Purwokerto. Kala itu, putrinya, Tallulah Alami, masih berusia dua tahun.
“Jadi sudah 18 tahun (nggak manggung di Purwokerto),” ujar Bimbim saat jumpa pers sebelum konser.
Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji alias Kaka, turut memberikan apresiasi terhadap perjalanan Rokok HS yang menurutnya berkembang cukup pesat dalam tiga tahun terakhir.
Kaka menilai pemilik HS, Muhammad Suryo, merupakan sosok yang memiliki banyak ide dan inovasi sehingga mampu membawa perusahaannya berkembang sekaligus memberikan dampak bagi banyak orang.
“Jadi wajar aja kalau tiga tahun HS bisa seperti ini. Banyak orang yang sudah terekrut, semoga Pak Haji Suryo selalu sehat badan dan pikirannya, jadi semakin banyak yang merasakan manfaatnya,” kata Kaka.
Tidak hanya menghadirkan hiburan musik, konser Hey Slank di Purwokerto juga membawa konsep pemberdayaan masyarakat melalui kehadiran pelaku UMKM.
Sejumlah tenda UMKM disiapkan di sekitar lokasi konser. Salah satunya diperuntukkan bagi komunitas Slank melalui program Slankerspreneur, sebuah wadah bagi Slankers yang memiliki ketertarikan di bidang kewirausahaan.
Basis Slank, Ivan Kurniawan alias Ivanka, menjelaskan Slankerspreneur lahir dari perkembangan komunitas Slank yang kini mayoritas sudah memasuki usia dewasa dan memiliki keluarga.
“Slankers ini sudah membersamai lebih dari 30 tahun, saat ini usianya sudah dewasa, sudah punya anak, punya tanggung jawab. Tercetuslah ide ini, mereka berkreasi sesuai bakatnya masing-masing,” ujar Ivanka.
Menurutnya, Slankerspreneur bukan organisasi formal, melainkan gerakan yang memungkinkan para Slankers mengembangkan usaha sesuai kemampuan masing-masing.
Ivanka juga menyebut dukungan HS terhadap Slankerspreneur menjadi sesuatu yang berbeda dalam rangkaian konser kali ini.
“Slankerspreneur gerakan tidak terstruktur, tapi mereka bisa merasakan support dari HS. Belum pernah ada konser-konser dengan rangkaian panjang, yang Slankersnya disupport sponsor, selain HS ini,” katanya.
Sebelum konser berlangsung, rangkaian kegiatan juga diisi dengan riding Slank bersama ratusan pemotor. Kegiatan tersebut melibatkan komunitas Paguyuban Sekuteris Banyumas Raya (Paseban Raya).
Rombongan mengambil titik keberangkatan dari Jembatan Gerilya Soedirman dan kemudian bergerak menuju venue konser di GOR Satria Purwokerto.
Bagi Pemerintah Kabupaten Banyumas, kehadiran konser berskala besar tersebut menjadi salah satu gebrakan bagi geliat kegiatan hiburan dan ekonomi kreatif di Purwokerto.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang turut hadir dalam sesi jumpa pers menyebut kehadiran Slank menjadi daya tarik tersendiri.
“HS masuk ke Purwokerto langsung membawa Slank. Biasanya kecil-kecil yang dibawa, ini yang dibawa langsung Slank, langsung ‘gajah’,” ujar Sadewo.
Menurut Sadewo, berbagai event yang digelar di Banyumas juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Konser di Purwokerto sekaligus menjadi bagian dari perayaan tiga tahun perjalanan HS. Dalam periode tersebut, perusahaan menyebut telah berkembang dari hanya memiliki sekitar 30 pekerja menjadi mendekati 8.000 karyawan.
Pemilik HS Muhammad Suryo mengatakan perjalanan bisnisnya tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku sempat mengalami masa sulit hingga akhirnya memutuskan untuk terus bertahan dan mengembangkan bisnisnya.
Dalam perjalanan tersebut, HS juga mengembangkan berbagai program sosial, termasuk membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan masyarakat yang belum memiliki pengalaman kerja.
Hingga saat ini, HS juga telah memiliki 14 varian produk. Dalam tiga bulan terakhir, tiga varian baru diluncurkan, yakni HS Bold isi 12 batang, HS Slim Double isi 20 batang, serta HS Kretek varian Matcha isi 12 batang.
Sementara itu, Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank masih menjadi panggung utama perayaan perjalanan HS. Purwokerto menjadi titik ke-9 dari rangkaian tur yang mempertemukan Slank dengan musisi lokal dan nasional sekaligus membawa konsep hiburan yang dipadukan dengan dukungan terhadap UMKM.
Dengan kembalinya Slank ke Purwokerto setelah sekitar 18 tahun, konser ini menjadi salah satu momen yang dinantikan para Slankers di Banyumas Raya. (Aga)

