Harga Daging Ayam Naik Jadi Rp45 Ribu per Kg, Pedagang Beringharjo Mengeluh Sepi Pembeli

GERBANGPATRIOT.COM, YOGYAKARTA — Harga daging ayam potong di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, kembali mengalami kenaikan. Harga ayam kini mencapai Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram di tingkat pedagang eceran.

Kenaikan harga tersebut mulai dirasakan pedagang dan pembeli sejak pertengahan Juni. Saat itu, harga ayam masih berada di kisaran Rp33.000 per kilogram.

Harga kemudian naik secara bertahap menjadi Rp35.000, Rp38.000, hingga Rp39.000 per kilogram. Saat ini, harga ayam potong di sejumlah pedagang Pasar Beringharjo telah mencapai Rp43.000 per kilogram, bahkan ada pedagang eceran yang menjualnya hingga Rp45.000 per kilogram.

Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat, terutama pelaku usaha kuliner yang menggunakan daging ayam sebagai bahan utama dagangan.

Ajeng, salah seorang pembeli yang juga berjualan nasi bungkus, mengaku kenaikan harga ayam cukup memberatkan usahanya. Tingginya harga bahan baku membuatnya harus menyesuaikan jumlah pembelian dan berdampak terhadap omzet penjualan.

“Ini harga sudah terlalu tinggi, seperti saat Lebaran, sudah tidak normal,” ujar Ajeng.

Menurutnya, kenaikan harga ayam membuat biaya produksi semakin tinggi. Kondisi itu membuat pedagang nasi bungkus harus melakukan penyesuaian agar harga jual kepada konsumen tetap terjangkau.

Kenaikan harga ayam juga berdampak langsung terhadap pedagang di Pasar Beringharjo. Sejumlah pedagang mengaku jumlah pembeli semakin berkurang karena harga ayam yang semakin mahal.

Hartini, salah seorang pedagang ayam, mengatakan penjualan saat ini jauh menurun dibandingkan kondisi normal.

“Sepi, tidak ada pembeli. Paling laku 50 kilogram. Biasanya kalau harga normal 1,5 sampai 2 kuintal,” ujar Harti.

Jika sebelumnya pedagang mampu menjual sekitar 150 hingga 200 kilogram ayam dalam sehari, kini penjualan hanya berkisar 50 kilogram per hari.

Untuk mengurangi risiko kerugian akibat ayam yang tidak terjual, sejumlah pedagang memilih mengurangi stok. Bahkan, ada pedagang yang menutup lapaknya lebih cepat dibandingkan biasanya.

Pedagang lainnya, Ida, juga merasakan penurunan jumlah pembeli sejak harga ayam mengalami kenaikan.

“Sepi, Mas. Pembelinya semakin berkurang. Pas libur pernah murah sampai Rp30.000 hingga Rp28.000,” kata Ida.

Pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga daging ayam di pasaran. Menurut mereka, harga ideal ayam potong berada di kisaran Rp33.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Harga tersebut dinilai lebih memungkinkan bagi pedagang untuk tetap berjualan dan bagi pelaku usaha kuliner untuk mempertahankan harga jual kepada konsumen.

Kenaikan harga ayam tidak hanya berdampak terhadap pedagang di pasar, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya produksi usaha kuliner yang menjadikan ayam sebagai salah satu bahan utama.

Pedagang berharap harga dapat kembali stabil sehingga aktivitas jual beli di pasar kembali normal dan daya beli masyarakat tidak semakin menurun. (Aga)