Targetkan Rp 3,8 Triliun, Pemkab Bekasi Optimalkan Pajak Daerah di Tengah Tantangan Fiskal

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, Puji Nugraha.

Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, Puji Nugraha.

GERBANGPATRIOT.COM, Bekasi – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi terus mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak daerah, guna mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.

Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Daerah Bapenda Kabupaten Bekasi, Puji Nugraha, mengatakan target pajak daerah Kabupaten Bekasi pada tahun 2026 sebesar Rp3,8 triliun yang bersumber dari berbagai jenis pajak daerah, mulai dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Reklame, Pajak Air Tanah, hingga opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

“Hingga akhir Mei 2026, realisasi pajak daerah Kabupaten Bekasi telah mencapai sekitar Rp1,2 triliun atau 31,83 persen dari target pajak daerah sebesar Rp3,8 triliun yang ditetapkan tahun ini,” ujar Puji, ditemui pada Kamis (04/06/2026).Menurut Puji, capaian tersebut masih akan terus digenjot hingga akhir semester pertama melalui berbagai langkah optimalisasi dan penguatan pengelolaan pendapatan daerah.

“Kami masih memiliki waktu untuk melakukan percepatan sehingga capaian pendapatan daerah pada semester pertama dapat terus meningkat sesuai target yang telah ditetapkan,” katanya.Ia menjelaskan, optimalisasi PAD menjadi semakin penting di tengah adanya penyesuaian transfer keuangan dari pemerintah pusat yang turut memengaruhi kapasitas fiskal daerah.

“Ketika transfer keuangan dari pusat mengalami penyesuaian, daerah harus semakin optimal dalam menggali potensi pendapatan yang dimiliki untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.Selain menghadapi tantangan fiskal, Bapenda juga terus memetakan sektor-sektor yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan penerimaan daerah, salah satunya dari sektor pajak makanan dan minuman.

“Kabupaten Bekasi memiliki sekitar 7.600 perusahaan yang tersebar di 11 kawasan industri. Ini merupakan potensi besar yang perlu terus dioptimalkan, termasuk dari sektor jasa katering yang melayani kebutuhan perusahaan-perusahaan tersebut,” jelasnya.Menurutnya, masih terdapat perusahaan yang menggunakan jasa katering dari luar Kabupaten Bekasi sehingga potensi penerimaan pajaknya belum sepenuhnya masuk ke daerah. Karena itu, Bapenda terus melakukan pendataan, pembinaan, dan sosialisasi kepada pelaku usaha agar potensi pajak tersebut dapat tergarap secara optimal.

“Kami terus melakukan identifikasi dan pendataan agar potensi-potensi pajak yang ada dapat terdata dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” katanya.Di sisi lain, peningkatan kepatuhan wajib pajak juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan pendapatan daerah. Untuk itu, Bapenda terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pajak sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan jalan, jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan pelayanan publik lainnya,” ujarnya.Guna memberikan kemudahan kepada masyarakat, Bapenda Kabupaten Bekasi juga terus mendorong digitalisasi layanan perpajakan melalui berbagai kanal pembayaran elektronik yang mudah diakses. “Saat ini masyarakat dapat melakukan pembayaran melalui QRIS, virtual account, marketplace maupun gerai ritel modern sehingga pembayaran pajak menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan,” tandasnya. (Hans/adv)

Berita Terkait

Prasetyo Dorong Pelajar Bekasi Isi Waktu dengan Kegiatan Positif demi Masa Depan
Trobosan Baru! Lewat SI-BALAI KEREN, Pengusaha Bisa Pilih Program CSR Pemkot Bekasi yang Ingin Dibantu Secara Transparan
Flyover Bulak Kapal Segera Dibangun, 32 Bidang Tanah Menyusul Dibayarkan Pekan Depan
BCFM 2026 Catat Pendapatan Ratusan Juta, Fashion Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Bekasi
Program PENJAGA, Kecepatan Respon Masalah Warga Pejuang
Wali Kota Bekasi Dorong Penataan Lahan Kantor Pemkot, Area Parkir Akan Dijadikan Ruang Hijau
DLH Kota Bekasi Tangani Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Kali Bekasi, KP2C Sampaikan Apresiasi
DLH Kota Bekasi Telusuri Dugaan Pencemaran Kali Bekasi, Penindakan Menunggu Hasil Uji Laboratorium

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Prasetyo Dorong Pelajar Bekasi Isi Waktu dengan Kegiatan Positif demi Masa Depan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Trobosan Baru! Lewat SI-BALAI KEREN, Pengusaha Bisa Pilih Program CSR Pemkot Bekasi yang Ingin Dibantu Secara Transparan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Flyover Bulak Kapal Segera Dibangun, 32 Bidang Tanah Menyusul Dibayarkan Pekan Depan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:51 WIB

BCFM 2026 Catat Pendapatan Ratusan Juta, Fashion Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Bekasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Program PENJAGA, Kecepatan Respon Masalah Warga Pejuang

Berita Terbaru