Tiga Pesan BPH UMY untuk Orang Tua Mahasiswa Baru: Jaga Karakter, Perkuat Doa, dan Tekun Menuntut Ilmu
GERBANGPATRIOT.COM, Yogyakarta – Memasuki kehidupan akademik di perguruan tinggi, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dihadapkan pada fase baru yang menuntut kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Di tengah proses tersebut, peran keluarga tetap menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan mahasiswa selama menempuh pendidikan.
Badan Pembina Harian (BPH) UMY pun menitipkan tiga pesan kepada orang tua dan wali mahasiswa baru agar terus mendampingi putra-putri mereka, terutama dalam menjaga karakter, memberikan doa dan dukungan, serta menumbuhkan ketekunan dalam menyelesaikan studi.
Pesan tersebut disampaikan Bendahara BPH UMY, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., dalam agenda Silaturahmi Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru UMY Angkatan 2026 yang berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) di Sportorium UMY.
Jaga Karakter dan Kepribadian
Pesan pertama yang disampaikan BPH UMY adalah pentingnya orang tua tetap memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Memasuki lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu membangun hubungan yang baik dengan lingkungan dan masyarakat.
Ikhwan berharap mahasiswa baru tetap mempertahankan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari, seperti sikap saling menghargai, kepedulian, serta kemampuan untuk hidup berdampingan dengan orang lain.
Menurutnya, pendidikan di UMY tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga generasi yang memiliki kepribadian dan karakter yang kuat.
Karena itu, ia mengajak orang tua untuk terus menjadi bagian dari proses pembentukan karakter anak, meskipun mahasiswa mulai memasuki fase kehidupan yang lebih mandiri.
Perkuat Doa dan Dukungan Keluarga
Pesan kedua adalah pentingnya doa dan dukungan keluarga. Ikhwan menilai perjalanan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Karena itu, dukungan orang tua dibutuhkan agar mahasiswa memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai dinamika selama menjalani kehidupan akademik.
“Doa orang tua itu penting. Perjalanan pendidikan anak-anak kita tidak selalu mudah. Karena itu, dukungan Bapak dan Ibu tetap menjadi kekuatan bagi mereka dalam menjalani proses pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali yang telah memberikan kepercayaan kepada UMY untuk mendidik putra-putri mereka.
Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah besar yang akan dijalankan oleh seluruh civitas akademika UMY dengan penuh kesungguhan.
“Kami, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, menerima amanah ini dengan kesungguhan hati. Upaya kami lahir dan batin agar anak-anak yang berpendidikan bersama-sama seluruh civitas universitas ini mampu mewujudkan harapan di masa yang akan datang,” tuturnya.
Tekun Menuntut Ilmu dan Selesaikan Studi
Pesan ketiga adalah menjaga kesungguhan dalam menuntut ilmu hingga menyelesaikan studi. BPH UMY berharap mahasiswa baru dapat menjalani perkuliahan dengan disiplin, tekun, dan memiliki komitmen terhadap proses pendidikan.
Ikhwan berharap mahasiswa tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan potensi diri, membangun pengalaman, dan mempersiapkan masa depan.
Ia bahkan berharap para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
“Kami berharap anak-anak ini akan dijemput tidak lebih dari 4 tahun. Syukur kami berharap 3,5 tahun Bapak Ibu akan berjumpa kembali dengan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk menerima kembali putra-putri Bapak Ibu dalam keadaan sehat, berprestasi, dan sukses di kemudian hari,” ungkapnya.
UMY Terima Amanah Pendidikan Mahasiswa
Ikhwan menjelaskan, keberadaan UMY merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan akses pendidikan yang luas bagi masyarakat. Melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), pendidikan menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memenuhi hak pendidikan warga negara.
“AUM ini menjadi salah satu cara Muhammadiyah atau persyarikatan untuk mensejahterakan umat. Sekaligus bersama dengan pemerintah memastikan hak pendidikan setiap warga bangsa agar diperoleh dengan sebaik-baiknya,” ujar Ikhwan.
Ia menegaskan bahwa UMY merupakan institusi pendidikan yang terbuka dan inklusif bagi seluruh masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Universitas Muhammadiyah Yogyakarta adalah salah satu amal usaha yang inklusif, bersifat terbuka, siapapun boleh bersama kita untuk mewujudkan cita-cita dan harapan masa depan,” katanya.
Melalui silaturahmi tersebut, BPH UMY menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan mahasiswa merupakan tanggung jawab bersama antara universitas, keluarga, dan mahasiswa. Kolaborasi ketiganya diharapkan dapat mengantarkan mahasiswa baru UMY Angkatan 2026 menjadi lulusan yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter, ketekunan, dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Terima kasih sekali lagi atas kepercayaan. Semoga Allah Tuhan Yang Maha Esa mengabulkan dan meridai setiap asa harapan Bapak Ibu semua mulai pagi hari ini sampai kemudian hari,” pungkas Ikhwan. (lsi)
Sumber : Humas Umy

