UMY dan National United University Taiwan Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Penandatanganan MoU

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto President NUU Taiwan dan Wakil Rektor bidang Reputasi, Kerja Sama dan Digital UMY melakukan penandatanganan MoU

Foto President NUU Taiwan dan Wakil Rektor bidang Reputasi, Kerja Sama dan Digital UMY melakukan penandatanganan MoU

GERBANGPATRIOT.COM, YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerima kunjungan delegasi National United University (NUU), Taiwan, pada Kamis (17/09/2026). Kehadiran delegasi NUU Taiwan tersebut dalam rangka memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi.

Tak hanya itu, kunjungan tersebut turut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UMY dan NUU. Sebagai langkah awal untuk mengembangkan kolaborasi akademik yang lebih luas dan berkelanjutan. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Wakil Rektor UMY bidang Reputasi, Kerja Sama dan Digital, Prof. Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D. dan President National United University, Prof. Max Ti-Kuang Hou, Ph.D.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan UMY serta delegasi NUU yang dipimpin oleh President National United University, Prof. Max Ti-Kuang Hou, Ph.D. Dalam pertemuan tersebut, kedua universitas membahas berbagai peluang kolaborasi, khususnya dalam pengembangan program akademik, mobilitas mahasiswa, pertukaran dosen, serta kegiatan penelitian bersama.

UMY Dorong Kolaborasi yang Lebih Konkret

Wakil Rektor UMY bidang Reputasi, Kerja Sama dan Digital, Prof. Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D. menyambut baik kedatangan delegasi NUU. Ia juga menyampaikan bahwa penandatanganan MoU menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk membangun kerja sama yang tidak berhenti pada kesepakatan formal.

Menurutnya, kerja sama antara UMY dan NUU diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih praktis dan sistematis. Dengan begitu, kerja sama dapat memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa maupun civitas akademika kedua universitas.

“Ini adalah saat yang penting bagi kita dan institusi. Bukan hanya sebuah persembahan formal, tapi juga sebuah titik permulaan untuk membuat lebih berarti, praktis, dan juga kolaborasi sistematis,” ujar Slamet.

Ia menjelaskan bahwa UMY melihat adanya potensi besar untuk mengembangkan kerja sama. Dari sekadar hubungan kelembagaan menuju berbagai bentuk kolaborasi akademik. Beberapa di antaranya mencakup pengembangan program pendidikan, pertukaran mahasiswa, mobilitas dosen, serta aktivitas akademik lainnya.

Menurut Slamet, internasionalisasi perguruan tinggi perlu memberikan pengalaman yang nyata bagi mahasiswa. Melalui kerja sama dengan universitas di luar negeri, mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan untuk belajar dalam lingkungan akademik dan budaya yang berbeda.

Perluas Mobilitas Mahasiswa dan Dosen

Slamet juga menyampaikan bahwa UMY selama ini terus mengembangkan jejaring kerja sama internasional, termasuk dengan berbagai perguruan tinggi di Taiwan. Ia berharap kehadiran NUU dapat semakin memperluas kesempatan mobilitas akademik bagi mahasiswa dan dosen UMY.

Selain mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program di Taiwan, UMY juga membuka peluang bagi mahasiswa dan profesor dari Taiwan untuk datang ke Yogyakarta dan terlibat dalam kegiatan akademik di UMY.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan perspektif antara mahasiswa serta akademisi dari kedua negara. Dengan demikian, kerja sama internasional tidak hanya menghasilkan hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka pengalaman akademik yang dapat dirasakan secara langsung oleh civitas akademika.

“Kami berharap untuk bertumbuh bersama, belajar dari dalam, dan menciptakan dampak yang lebih besar dengan kolaborasi ini,” tutur Slamet.

NUU Tawarkan Program Intensif dan Akses Industri Taiwan

Sementara itu, President National United University, Prof. Max Ti-Kuang Hou, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas sambutan UMY terhadap delegasi NUU. Ia mengatakan bahwa kunjungannya ke UMY tidak hanya bertujuan untuk menandatangani MoU, tetapi juga membangun hubungan kerja sama jangka panjang antara kedua institusi.

“Saya tidak hanya berada di sini untuk menandatangani MoU. Saya berada di sini untuk menemukan partner yang panjang,” ujarnya.

Prof. Hou menjelaskan bahwa terdapat tiga arah utama yang dapat dikembangkan dalam kerja sama UMY dan NUU. Pertama, mobilitas mahasiswa dari kedua universitas. NUU membuka kesempatan bagi mahasiswa UMY untuk belajar di Taiwan. Sementara mahasiswa NUU juga diharapkan dapat datang ke Indonesia untuk mengikuti program belajar, sekaligus memperoleh pengalaman budaya.

Kedua, NUU menawarkan pengembangan program intensif yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah, dan industri. Melalui program tersebut, mahasiswa Indonesia dapat memperoleh pengalaman belajar di Taiwan sekaligus mengenal lingkungan industri dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Menurut Prof. Hou, posisi NUU yang berada dekat dengan kawasan pusat pengembangan sains dan teknologi di Taiwan menjadi salah satu peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang berkaitan dengan perkembangan industri teknologi tinggi.

Peluang Riset Bersama hingga Kolaborasi AI

Selain mobilitas mahasiswa dan program intensif, Prof. Hou juga membuka peluang pengembangan kerja sama dalam bidang akademik dan penelitian. Kolaborasi tersebut dapat mencakup pertukaran fakultas, penelitian bersama, artificial intelligence (AI), teknologi, kesejahteraan, hingga pengembangan pembelajaran bersama.

Ia melihat perbedaan karakteristik Indonesia dan Taiwan justru dapat menjadi peluang untuk saling melengkapi dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Indonesia memiliki bakat dan tenaga. Taiwan memiliki teknologi dan industri. Pendidikan dapat menghubungkan kita,” ungkap Prof. Hou.

Melalui kerja sama tersebut, NUU berharap mahasiswa dari kedua negara dapat memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus memahami lingkungan akademik dan budaya yang berbeda. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa di tingkat internasional.

Menuju Kemitraan Jangka Panjang

Penandatanganan MoU antara UMY dan NUU menjadi langkah awal bagi kedua universitas untuk mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi secara lebih konkret. Kerja sama yang dibangun tidak hanya diarahkan pada hubungan kelembagaan, tetapi juga pada program yang dapat memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, dan civitas akademika.

Kedua pihak juga membuka peluang untuk mengembangkan kerja sama dalam berbagai bidang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing institusi. Dengan adanya komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, hubungan UMY dan NUU diharapkan dapat berkembang menjadi kemitraan akademik jangka panjang.

Prof. Hou berharap kesepakatan yang dibangun melalui MoU tersebut dapat menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara kedua universitas.

“Saya berharap MoU hari ini adalah langkah pertama menuju pertemanan yang kuat dan panjang antara UMY dan NUU. Saya berharap kita bisa berkumpul bukan hanya sebagai partner universitas, tapi juga sebagai teman baik,” pungkasnya. (GLA)

Sumber : humas umy 

Berita Terkait

Dari Kewajiban Menjadi Kesenangan, Mahasiswa Asing UMY Raih 53 Publikasi
Suahasil Nazara Gantikan Purbaya, Guru Besar UMY: Pasar Menanti Arah Kebijakan Fiskal
Konflik Houthi di Laut Merah, Pakar UMY Ungkap Dampaknya bagi Harga Minyak dan Ekonomi Indonesia
PISA 2025 Indonesia, Pakar UMY Soroti Kesenjangan Kebijakan dan Praktik di Kelas
UMY Wisuda 711 Lulusan, LLDIKTI V Dorong Generasi Adaptif dan Peduli
Kontroversi Simbang Kulon Night Carnival Pekalongan, Pakar UMY Soroti Makna Simbol
Pencopotan Purbaya Mendadak, Guru Besar UMY Soroti Etika Kekuasaan
Mahasiswa UMY Kembangkan Synergy, Platform Pembiayaan UMKM Berbasis Blockchain dan AI

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:45 WIB

Dari Kewajiban Menjadi Kesenangan, Mahasiswa Asing UMY Raih 53 Publikasi

Kamis, 17 September 2026 - 13:11 WIB

Suahasil Nazara Gantikan Purbaya, Guru Besar UMY: Pasar Menanti Arah Kebijakan Fiskal

Kamis, 17 September 2026 - 10:04 WIB

Konflik Houthi di Laut Merah, Pakar UMY Ungkap Dampaknya bagi Harga Minyak dan Ekonomi Indonesia

Kamis, 17 September 2026 - 09:57 WIB

PISA 2025 Indonesia, Pakar UMY Soroti Kesenjangan Kebijakan dan Praktik di Kelas

Rabu, 16 September 2026 - 14:27 WIB

UMY Wisuda 711 Lulusan, LLDIKTI V Dorong Generasi Adaptif dan Peduli

Berita Terbaru