KKN LeX UMY Dorong Inovasi Produk Lokal Hargorejo melalui Design Thinking

Sabtu, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto KKN LeX UMY 2026 di Hargorejo, Kokap, Kulon Progo

Foto KKN LeX UMY 2026 di Hargorejo, Kokap, Kulon Progo

GERBANGPATRIOT.COM, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali memperkuat komitmen internasionalisasi melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Learning Express (KKN LeX) di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (16/9). Mengusung pendekatan design thinking, kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa Indonesia, Singapura, dan Jepang untuk berkolaborasi bersama masyarakat dalam mengidentifikasi persoalan sekaligus mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal.

KKN LeX diikuti oleh 24 mahasiswa UMY, 20 mahasiswa asal Singapura, dan empat mahasiswa asal Jepang. Para mahasiswa didampingi fasilitator dari Singapore Polytechnic, Kanazawa Institute of Technology, dan Hokkaido Information University.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya menjalankan peran sebagai peserta KKN, tetapi juga menjadi pendamping dan fasilitator bagi masyarakat. Mereka diajak memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat secara langsung, menggali potensi lokal, merumuskan permasalahan, hingga mengembangkan ide serta prototipe produk yang diharapkan memiliki nilai tambah dan nilai jual.

Kegiatan dipusatkan di dua padukuhan di Kalurahan Hargorejo, yakni Padukuhan Gunungkukusan dan Padukuhan Sangkrek. Kedua kelompok mahasiswa memiliki fokus pengembangan produk yang berbeda. Kelompok di Gunungkukusan berfokus pada pengembangan gula semut, sementara kelompok di Sangkrek mengembangkan produk geblek.

Kedua produk tersebut dikembangkan melalui tahapan design thinking, mulai dari memahami kebutuhan dan pengalaman masyarakat, mengidentifikasi persoalan, merumuskan gagasan, hingga menghasilkan prototipe atau inovasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Kolaborasi Lintas Negara untuk Potensi Lokal

Lurah Hargorejo, Bekti Murdiyanto, S.E., menyambut baik pelaksanaan KKN LeX di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa Hargorejo memiliki sejumlah program pengembangan potensi masyarakat, salah satunya integrated farming system, yang juga berkaitan dengan pengembangan produk lokal seperti gula semut dan geblek.

Menurut Bekti, kehadiran mahasiswa dari berbagai negara memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh perspektif dan pengalaman baru dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi yang baru pertama kali dilaksanakan di Kalurahan Hargorejo. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan KKN saja, tetapi menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara kalurahan, perguruan tinggi, serta mitra internasional,” ujarnya.

Ia berharap pertukaran pengalaman selama kegiatan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.

Sementara itu, Prof. Rizal Yaya, S.E., M.Sc., Ph.D., Ak., CA., CRP., Director of Global Partnership and Employability UMY, mengatakan KKN LeX menjadi bentuk internasionalisasi yang diarahkan tidak sekadar pada pertukaran mahasiswa, tetapi juga kolaborasi untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Menurutnya, melalui kerja bersama mahasiswa UMY, Singapore Polytechnic, serta mitra internasional lainnya, mahasiswa belajar memahami kebutuhan masyarakat secara langsung, membangun empati, dan mengembangkan solusi menggunakan pendekatan design thinking.

“Bagi UMY, kegiatan ini sangat strategis karena menggabungkan pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, pengalaman lintas budaya, serta penguatan jejaring internasional dalam satu program,” tambahnya saat dihubungi pada Sabtu (19/9).

Dorong Inovasi yang Berkelanjutan

Prof. Rizal berharap gagasan dan prototipe yang dihasilkan selama KKN LeX tidak berhenti ketika program berakhir. Menurutnya, hasil kolaborasi tersebut perlu ditindaklanjuti dan disempurnakan bersama masyarakat sehingga memiliki peluang untuk diimplementasikan secara berkelanjutan.

“Kami berharap KKN LeX tidak hanya menghasilkan pengalaman internasional bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat mitra. Ide dan prototipe yang dikembangkan hendaknya dapat ditindaklanjuti, disempurnakan, dan jika memungkinkan diimplementasikan bersama masyarakat,” tuturnya.

Ia juga berharap program tersebut dapat semakin memperkuat kemitraan UMY dengan Singapore Polytechnic dan perguruan tinggi mitra lainnya. Ke depan, kerja sama diharapkan dapat berkembang ke berbagai bentuk, seperti student mobility, joint research, community engagement, serta program akademik internasional lainnya.

“Yang terpenting, mahasiswa diharapkan pulang dari program ini bukan hanya dengan pengetahuan baru. Namun, juga dengan kepekaan sosial, kemampuan bekerja lintas budaya, dan semangat untuk menghadirkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Rudy Suryanto, S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA., selaku dosen pembimbing lapangan. Ia menyebut KKN LeX sebagai bentuk pembelajaran inovatif yang menggabungkan berbagai pendekatan, khususnya design thinking, dengan pemanfaatan teknologi untuk menjawab persoalan yang ditemukan di lapangan.

“Ini bentuk pembelajaran inovatif, dengan menggabungkan berbagai pendekatan, terutama design thinking. Bagaimana kita melihat persepsi dan pengalaman yang ada di lapangan, kemudian menghubungkannya dengan bagaimana teknologi bisa menyelesaikan masalah yang ada di desa,” ungkapnya.

Menurut Rudy, pendekatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk tidak hanya memikirkan solusi dari perspektif teknologi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan pengalaman masyarakat sebagai pengguna.

“Ini sangat bagus untuk melatih mahasiswa untuk mengedepankan sistem teknologi berbasis humanis,” pungkasnya.
(lsi)

Sumber : Humas umy

Berita Terkait

Bukan Sekadar Infrastruktur, Fondasi Non-Fisik Dorong Ekosistem Berkelanjutan UMY
Solar Panel hingga Rumah Sampah Mandiri, Wajah Fisik Kampus Berkelanjutan UMY
UMY Peringkat 12 Nasional UI GreenMetric 2026, Terbaik di Kategori PTKIS
Pangdam Tutup Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026 Yogyakarta
Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban, Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati di Sleman
117 Mahasiswa APMD Tuntaskan KKN, Bergaul dan Berdesa di Semin
Penjemput Anak Sekolah Ditagih Parkir, Alun-Alun Utara Jadi Sorotan
Dua Uji Tanding Berbuah Kemenangan, PS Condongcatur Siap Tatap Liga

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:23 WIB

KKN LeX UMY Dorong Inovasi Produk Lokal Hargorejo melalui Design Thinking

Sabtu, 19 September 2026 - 19:07 WIB

Solar Panel hingga Rumah Sampah Mandiri, Wajah Fisik Kampus Berkelanjutan UMY

Sabtu, 19 September 2026 - 19:02 WIB

UMY Peringkat 12 Nasional UI GreenMetric 2026, Terbaik di Kategori PTKIS

Sabtu, 19 September 2026 - 18:46 WIB

Pangdam Tutup Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026 Yogyakarta

Sabtu, 19 September 2026 - 13:22 WIB

Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban, Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati di Sleman

Berita Terbaru