‎Bayi Gajah Sumatera Mati di Konsesi Michelin, Geopix Soroti Ancaman Habitat

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎GERBANGPTRIOT.COM, JAMBI — Kabar kematian bayi gajah Sumatera mencuat setelah sebelumnya kelahiran Ganesha membawa harapan bagi konservasi gajah.
‎
Bayi gajah tersebut ditemukan mati di kawasan konsesi perkebunan karet PT Lestari Asri Jaya (LAJ), Tebo, Jambi.
‎
Lokasi penemuan berada di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, dalam kawasan konsesi perusahaan tersebut.
‎
Berdasarkan informasi masyarakat, jasad bayi gajah kemudian dikuburkan sekitar tiga kilometer dari mess BU 4 Mandelang.
‎
Kasus tersebut ditindaklanjuti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi melalui nekropsi pada 25 Agustus 2026.
‎
BKSDA Jambi juga mengambil sejumlah sampel organ tubuh untuk menjalani pemeriksaan laboratorium guna mengetahui penyebab kematian satwa dilindungi.
‎
Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV) menunjukkan hasil negatif, sementara uji toksikologi masih berlangsung.
‎
Penanganan kasus serta penyelidikan hukum selanjutnya diserahkan kepada Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera.
‎
Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, menyampaikan duka mendalam atas kematian bayi gajah Sumatera tersebut.
‎
“Geopix sangat berduka atas kematian bayi gajah ini. Kejadian ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Annisa.
‎
Menurut Annisa, kematian tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai perlindungan populasi gajah Sumatera dalam kawasan konsesi PT LAJ.
‎
“Kami mempertanyakan keseriusan PT LAJ yang telah berkali-kali lalai dan gagal melindungi populasi gajah Sumatera,” katanya.
‎
Annisa menilai kematian bayi gajah memperlihatkan besarnya tekanan terhadap kelompok gajah di Bentang Alam Bukit Tigapuluh.
‎
“Satu kematian bayi gajah ini membuat masa depan kelompok-kelompok gajah tampak makin suram,” ucapnya.
‎
Geopix menyebut Bentang Alam Bukit Tigapuluh menghadapi ancaman serius, termasuk perambahan serta jerat dan pagar listrik.
‎
Geopix mengaku telah menyampaikan sejumlah laporan pemantauan kepada Michelin Group sejak 2025 terkait perlindungan gajah Sumatera.
‎
Laporan tersebut juga disampaikan kepada Dinas Kehutanan Provinsi Jambi serta Menteri Kehutanan sebagai peringatan risiko konservasi.
‎
Geopix juga meminta perusahaan membongkar pagar listrik yang disebut semakin panjang dan membahayakan pergerakan gajah Sumatera.
‎
“Panjang pagar-pagar listrik tersebut kini mencapai sekitar 100 kilometer, dari sebelumnya 70 kilometer,” kata Geopix.
‎
Selain pagar listrik, Geopix meminta perusahaan menangani perambahan yang menyebabkan habitat gajah semakin menyempit dan terfragmentasi.
‎
Geopix mendorong pemulihan ekosistem habitat serta koridor ekologis gajah Sumatera yang rusak akibat aktivitas perambahan.
‎
Organisasi tersebut mencatat puluhan gajah mati sejak 2013 hingga sekarang di kawasan Bentang Alam Bukit Tigapuluh.
‎
Geopix berharap penanganan kematian bayi gajah segera menemukan titik terang dan hasil penyelidikan disampaikan terbuka kepada publik.
‎
“Kita semua berharap penanganan kasus ini segera menemukan titik terang dan disampaikan kepada publik secara terbuka,” pungkas Annisa. (waw)

Berita Terkait

Herman Deru Groundbreaking Jembatan Air Arisan Mendang, Perkuat Konektivitas Wilayah Ogan Ilir
Herman Deru Dukung PIT IDAI XIV 2026, Palembang Siap Jadi Tuan Rumah
Herman Deru Ungkap Kunci Sukses Sultan Muda Tekan Pengangguran di Sumsel
Bangga! Wastra dan Kriya Sumsel Mendominasi Panggung Kriyanusa 2026 di Jakarta
Hadiri Maulid Nabi di Muba, Herman Deru Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah SAW
Groundbreaking Jembatan Seleman Ulu, Herman Deru Tegaskan Pembangunan Harus Beri Manfaat Jangka Panjang
Tinjau Jalan Pagar Alam–Tanjung Raya Sepanjang 80 KM, Herman Deru Pastikan Tahun Ini Diperbaiki
Naik Speed Boat, Gubernur Herman Deru Tinjau langsung Penanganan Karhutla di Habitat Gajah

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:41 WIB

‎Bayi Gajah Sumatera Mati di Konsesi Michelin, Geopix Soroti Ancaman Habitat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Herman Deru Groundbreaking Jembatan Air Arisan Mendang, Perkuat Konektivitas Wilayah Ogan Ilir

Selasa, 29 September 2026 - 09:37 WIB

Herman Deru Dukung PIT IDAI XIV 2026, Palembang Siap Jadi Tuan Rumah

Sabtu, 26 September 2026 - 11:02 WIB

Herman Deru Ungkap Kunci Sukses Sultan Muda Tekan Pengangguran di Sumsel

Sabtu, 26 September 2026 - 10:30 WIB

Bangga! Wastra dan Kriya Sumsel Mendominasi Panggung Kriyanusa 2026 di Jakarta

Berita Terbaru