GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berencana melepas seluruh kepemilikannya di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) senilai Rp1,76 triliun. Calon pembelinya adalah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI.
ADHI akan menjual 1.714.808 saham atau setara 47,18 persen kepemilikannya di JMJ. Perjanjian Jual Beli Bersyarat telah ditandatangani pada 30 September 2026.
Namun, transaksi tersebut belum rampung. ADHI masih membutuhkan konfirmasi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 13 November 2026.
Dana Penjualan untuk Bayar Utang
Manajemen ADHI merencanakan penggunaan dana divestasi untuk membayar utang berbunga, memperkuat modal kerja, dan memenuhi kebutuhan usaha lainnya.
Langkah ini juga bertujuan mengurangi kebutuhan tambahan setoran modal kepada JMJ, yang diperkirakan masih menghadapi kerugian pada tahap awal operasional jalan tol.
Berdasarkan penilaian KJPP Toto Suharto & Rekan, nilai pasar saham tersebut mencapai sekitar Rp1,74 triliun per 30 Juni 2026. Harga transaksi yang disepakati tercatat sekitar 1,75 persen di atas nilai pasar.
Jika transaksi selesai, ADHI tak lagi memiliki saham di JMJ. Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk tetap memegang 52,82 persen kepemilikan.
Rp378,69 Miliar Dialihkan ke Modal Kerja
ADHI juga mengusulkan pengalihan sisa dana rights issue 2022 sebesar Rp378,69 miliar menjadi modal kerja.
Dana tersebut direncanakan untuk mendukung penyelesaian proyek, termasuk pembelian material, pembayaran tenaga kerja dan subkontraktor, serta mobilisasi peralatan.
Manajemen berharap langkah tersebut mempercepat penyelesaian proyek sekaligus menjaga arus kas perusahaan.
Kini, kepastian penjualan saham Tol Jogja–Solo senilai Rp1,76 triliun masih menunggu persetujuan pemegang saham dan pemenuhan persyaratan transaksi.
Lantas, apakah divestasi ini akan memperkuat keuangan ADHI sekaligus mendukung kelanjutan pembangunan infrastruktur jalan tol?
(waw)















