Herman Deru Minta Pilot Project Dry Ice Berlanjut, Harapan Baru Atasi Kabut Asap

Sabtu, 17 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru melihat indikasi awal dampak positif dari uji coba teknologi dry ice atau es kering yang untuk pertama kalinya diterapkan di Sumsel sebagai salah satu upaya membantu mengurai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia pun meminta agar proyek percontohan (pilot project) tersebut terus dilanjutkan.

Permintaan itu disampaikan Herman Deru saat menelepon langsung Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dari Griya Agung, Palembang, Jumat (16/10/2026). Dalam percakapan tersebut, Herman Deru melaporkan perkembangan awal penerapan teknologi dry ice sekaligus menanyakan kepastian kelanjutan pendanaannya.

Menurut Herman Deru, kondisi langit pada pagi itu mulai terlihat lebih cerah setelah teknologi tersebut diterapkan. Karena itu, ia berharap dukungan pembiayaan untuk proyek percontohan ini tidak dihentikan.

“Pak Menteri, dry ice itu seperti sudah ada menampakkan hasil. Pagi ini agak cerah. Tapi, Pak Menteri, izin melaporkan, apakah pendanaannya benar-benar dipindahkan ke Kemenhut?” ujar Herman Deru saat menelepon.

Herman Deru menegaskan bahwa penerapan teknologi dry ice perlu terus dilanjutkan agar dampaknya terhadap penanganan kabut asap akibat karhutla dapat diketahui lebih jauh.

“Jadi, ini pilot project, jangan berhenti, Pak, karena ini sudah terlihat hilal kebaikannya, Pak,” katanya.

Saat diwawancarai awak media, Herman Deru kembali menekankan pentingnya melanjutkan penerapan teknologi tersebut untuk melihat dampaknya secara lebih optimal. Ia berharap dry ice dapat membantu memperbaiki kondisi udara dan mempercepat berkurangnya kabut asap yang menyelimuti Sumsel.

Untuk memastikan perkembangan kondisi di lapangan, Herman Deru akan meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel memperbarui data kualitas udara setelah pelaksanaan operasi dry ice sehari sebelumnya.

“Saya tidak tahu masyarakat merasakan atau tidak, tapi ini kondisi yang sedikit membaik. Kalau ini (dry ice) diteruskan, mudah-mudahan ada dampaknya,” ujarnya.

Sementara itu, data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menunjukkan adanya peningkatan jarak pandang (visibility) setelah pelaksanaan penyemaian dry ice di Sumsel. Jarak pandang di sekitar wilayah penyemaian yang sebelumnya terpantau sekitar 650 meter meningkat menjadi 2.800 meter atau 2,8 kilometer.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, menyebut peningkatan tersebut berdasarkan laporan sementara pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) melalui penyemaian dry ice untuk membantu mengatasi kabut asap akibat karhutla di Sumsel.

“Laporan sementara menunjukkan peningkatan visibility di sekitar wilayah penyemaian, yang semula terpantau di kisaran 650 meter menjadi 2.800 meter,” kata Berton dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meluncurkan penerapan teknologi dry ice sebagai salah satu upaya membantu mengurai kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumsel, khususnya Kota Palembang dan sekitarnya.

Pada tahap awal, operasi tersebut direncanakan menggunakan sekitar 1,5 ton karbon dioksida padat untuk mendukung uji coba teknologi tersebut.

Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan kabut asap akibat karhutla di Sumatera Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, didampingi Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru, sebelumnya meninjau persiapan operasi dry ice di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Rabu (14/10/2026).

Saat itu, Herman Deru mengatakan persiapan uji coba terus dimatangkan, termasuk penyiapan pesawat untuk mendukung operasi tersebut. Sebagian bahan dry ice telah tiba di Palembang, sedangkan sisanya masih dalam perjalanan dari Lampung.

Dengan mulai terlihatnya perubahan kondisi udara dan adanya laporan peningkatan jarak pandang, Herman Deru berharap proyek percontohan dry ice dapat terus dilanjutkan dan dievaluasi secara teknis. Dengan demikian, efektivitas serta manfaat teknologi tersebut dalam membantu penanganan kabut asap di Sumsel dapat diketahui secara lebih terukur.(lsi)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Herman Deru dan Kapolda Sumsel Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah
Resmikan Masjid DQM di Banyuasin, Herman Deru Dorong Jadi Pusat Ilmu dan Pembentukan Karakter Generasi Muda
Perkuat Penanganan Karhutla, Sumsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Teknologi Realiza
Gubernur Herman Deru Pastikan Pesawat Operasi Dry Ice Diberangkatkan Hari Ini ke Sumsel
Gubernur Herman Deru: Sumsel Jadi Lokasi Uji Coba Teknologi Pengurai Asap Berbasis Dry Ice
Herman Deru Apresiasi Kekompakan Pemkab dan DPRD OKI, Ajak Bersinergi Bangun Daerah
Jawab Pandangan Umum Delapan Fraksi DPRD, Pemprov Sumsel Tegaskan Prioritas APBD 2027
Pantau Langsung Karhutla OKI, Herman Deru Putuskan Bermalam di Lokasi Titik Api

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Herman Deru dan Kapolda Sumsel Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Herman Deru Minta Pilot Project Dry Ice Berlanjut, Harapan Baru Atasi Kabut Asap

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Resmikan Masjid DQM di Banyuasin, Herman Deru Dorong Jadi Pusat Ilmu dan Pembentukan Karakter Generasi Muda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Perkuat Penanganan Karhutla, Sumsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Teknologi Realiza

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Gubernur Herman Deru Pastikan Pesawat Operasi Dry Ice Diberangkatkan Hari Ini ke Sumsel

Berita Terbaru