Menagih Janji Hasto-Wawan: Enam Program Kampanye yang Masih Dinanti Warga Kota Jogja

Minggu, 18 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Sejumlah pekerjaan rumah pembangunan Kota Yogyakarta masih membutuhkan penyelesaian. Pemerintahan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan memiliki waktu hingga 2030 untuk menuntaskan targetnya.
‎
‎Pasangan Hasto-Wawan dilantik pada Februari 2025. Setelah lebih dari setahun memimpin, sejumlah agenda strategis masih menjadi perhatian, mulai pengelolaan sampah hingga pembangunan ruang edukasi.
‎
‎1. Penanganan Sampah Kota yang Belum Optimal Seluruhnya
‎
‎Persoalan sampah menjadi tantangan yang paling disorot. Pemerintah Kota Yogyakarta menjalankan gerakan pemilahan dari rumah melalui program Masyarakat Jogja Olah Sampah atau Mas JOS.
‎
‎Namun, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui kampanye. Sistem pengolahan, kapasitas fasilitas, dan keterlibatan masyarakat harus berjalan beriringan agar sampah tidak kembali menumpuk.
‎
‎Data Pemkot Yogyakarta pada November 2025 menunjukkan, kota ini menghasilkan sekitar 300 ton sampah setiap hari, sementara kemampuan pengolahan saat itu baru mencapai 190 ton.
‎
‎Wali Kota Hasto Wardoyo menegaskan, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. “Pengelolaan sampah dari hulu menjadi kunci pengurangan sampah di hilir,” demikian penekanannya dalam program percontohan pengolahan sampah berbasis warga.
‎
‎2. Penataan Kawasan Sungai (Kali Code, Winongo, dan Gajah Wong)
‎
‎Pekerjaan berikutnya menyangkut penataan kawasan Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong. Ketiga sungai tersebut membutuhkan upaya berkelanjutan agar kebersihan lingkungan terjaga.
‎
‎Penataan sungai tidak sekadar membersihkan sampah yang terlihat. Pemerintah juga perlu mendorong perubahan kebiasaan warga, memperkuat pengawasan, dan memastikan kawasan bantaran tetap terawat.
‎
‎Hasto sebelumnya menekankan pentingnya menghubungkan kebersihan lingkungan dengan kualitas kehidupan masyarakat.
‎
“Merawat lingkungan sama maknanya dengan merawat kehidupan,” ujarnya dalam pemberitaan ANTARA pada Februari 2026.

3. Pembangunan Taman Pintar Kedua di Giwangan
‎
Di bidang pendidikan publik, rencana pembangunan Taman Pintar kedua di kawasan Giwangan menjadi agenda yang patut dipantau. Realisasinya membutuhkan kejelasan tahapan, pembiayaan, dan pelaksanaan pembangunan.
‎
‎Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap ruang belajar yang menyenangkan. Namun, rencana itu perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret agar manfaatnya bisa dirasakan warga.
‎
‎4. Revitalisasi Shopping Center Jogja
‎
‎Agenda lainnya adalah revitalisasi Shopping Center Jogja. Kawasan ini direncanakan dikembangkan menjadi ruang budaya yang mendukung aktivitas membaca, diskusi, serta pertemuan penulis dan budayawan.
‎
‎Gagasan tersebut membuka peluang untuk menghidupkan kembali fungsi kawasan sebagai ruang publik. Meski demikian, masyarakat masih perlu menunggu kepastian desain, jadwal pengerjaan, dan skema pelaksanaannya.
‎
‎5. Penyeragaman Fasad Bangunan di Kawasan Malioboro
‎
Penataan fasad bangunan di kawasan Malioboro juga masuk daftar pekerjaan yang perlu dituntaskan. Keselarasan tampak depan bangunan diharapkan memperkuat karakter budaya kawasan wisata tersebut.
‎
‎Penyusunan desain bersama Dinas Kebudayaan DIY menjadi salah satu tahapan yang disebut masih berjalan. Tantangannya ialah menyelaraskan identitas kawasan dengan kebutuhan usaha dan kondisi bangunan yang beragam.
‎
‎6. Realisasi Tambahan Danais Rp100 Juta per Kelurahan
‎
Selain penataan ruang, janji tambahan Dana Keistimewaan atau Danais Rp 100 juta per kelurahan turut menjadi perhatian. Hasto menyampaikan komitmen memperjuangkannya saat masa kampanye Pilkada 2024.
‎
‎“Kita bersama PDI Perjuangan sudah perjuangkan tambahan alokasi Danais per kelurahan minimal seratus juta mulai tahun 2025,” kata Hasto, dikutip ANTARA pada September 2024.
‎
‎Janji tersebut perlu dibaca secara cermat: komitmen memperjuangkan alokasi tidak otomatis berarti seluruh dana telah disetujui dan diterima setiap kelurahan sesuai target awal.
‎
‎Dalam pelaksanaannya, alokasi Danais berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Daerah DIY, mekanisme anggaran, serta prioritas program. Karena itu, status realisasi harus diperiksa melalui dokumen resmi terbaru.
‎
‎Enam agenda tersebut menunjukkan beragam pekerjaan yang memerlukan kesinambungan kebijakan, dukungan anggaran, koordinasi lintas pemerintahan, dan partisipasi warga. Setiap program memiliki tahapan serta tantangan berbeda.
‎
‎Sisa masa jabatan hingga 2030 memberi ruang bagi pemerintah untuk memperjelas target, jadwal, indikator keberhasilan, dan capaian terukur. Keterbukaan informasi penting agar masyarakat dapat mengikuti perkembangannya.
‎
‎Bagi warga Yogyakarta, ukuran keberhasilan bukan hanya banyaknya program yang diumumkan. Perubahan nyata di lingkungan, ruang publik, fasilitas edukasi, dan pelayanan masyarakat menjadi hal yang dinantikan.
‎
‎Karena itu, evaluasi berkala terhadap janji politik Hasto-Wawan perlu berpijak pada data, dokumen anggaran, dan perkembangan lapangan. Publik berhak mengetahui mana yang selesai, berjalan, atau masih direncanakan.(waw)

Berita Terkait

Danang Maharsa: Pemimpin Sejati Tak Boleh Tutup Mata Terhadap Masalah Sampah
Cintya Tegaskan Pentingnya Peran Anak Muda dalam Mengawal Kebijakan Publik
Tak Sekadar Administrasi, Susanto Dwi Antoro Minta RT/RW Hadir Selesaikan Konflik Warga
Kabupaten Sleman Tuan Rumah Festival Bregada, Dikuti 18 Kontingen Juara
Padmasangita Bersama HARPI Melati Pertahankan Nilai Luhur Tradisi Tarapan di Yogyakarta
Jauhkan Pelajar dari Pergaulan Negatif, Wabup Sleman Wadahi Kreasi Band Remaja
Pacu Wisata Destination Wedding, InJourney Buka Akses Pernikahan di Candi Prambanan dan Borobudur
Wajib Tonton! Jogja Bay Hadirkan ‘Bay Culture Show’, Kombinasi Budaya Lokal dan Aksi Modern

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Danang Maharsa: Pemimpin Sejati Tak Boleh Tutup Mata Terhadap Masalah Sampah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Cintya Tegaskan Pentingnya Peran Anak Muda dalam Mengawal Kebijakan Publik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Tak Sekadar Administrasi, Susanto Dwi Antoro Minta RT/RW Hadir Selesaikan Konflik Warga

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Kabupaten Sleman Tuan Rumah Festival Bregada, Dikuti 18 Kontingen Juara

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Padmasangita Bersama HARPI Melati Pertahankan Nilai Luhur Tradisi Tarapan di Yogyakarta

Berita Terbaru