Cintya Tegaskan Pentingnya Peran Anak Muda dalam Mengawal Kebijakan Publik

Minggu, 18 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎GERBANGPATRIOT.COM, Sleman – Sekolah Legislasi 2026 menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami proses legislasi, menyampaikan aspirasi, dan mengawal kebijakan agar kepentingan mahasiswa diperjuangkan wakil rakyat.
‎
‎Kegiatan bertema aspirasi pemuda tersebut berlangsung di Auditorium Poerbatjaraka, FUB UGM, Minggu (18/10/2026), melalui diskusi interaktif antara mahasiswa dan anggota legislatif.
‎
‎Anggota Komisi C DPRD DIY, Cintya Amanda Labetta Arie Seno, menilai kegiatan tersebut positif karena membantu mahasiswa memahami proses legislasi dan perjuangan aspirasi.
‎
‎“Menurut saya, kegiatan ini cukup positif karena ditujukan agar anak-anak muda memahami bagaimana proses legislasi berlangsung,” ujar Cintya.
‎
‎Ia menegaskan, aspirasi membutuhkan pengawalan agar tidak berhenti sebagai pendapat, tetapi dapat diperjuangkan menjadi kebijakan maupun program pemerintah.
‎
‎“Bagaimana proses pengawalan aspirasi sampai kemudian menjadi kebijakan ataupun program, itu yang perlu dipahami anak-anak muda,” katanya.
‎
‎Cintya mengapresiasi antusiasme peserta yang aktif mempertanyakan peluang keterlibatan generasi muda dalam proses pengambilan keputusan.
‎
‎“Antusiasme pesertanya cukup baik. Mereka sangat ingin tahu bagaimana anak muda bisa berperan dalam membuat kebijakan,” ungkapnya.
‎
‎Menurut Cintya, mahasiswa dapat menyampaikan masukan melalui pendekatan akademik, termasuk kajian yang menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan.
‎
‎“Pertanyaan-pertanyaannya menarik, mulai dari bagaimana mahasiswa berkontribusi melalui kajian akademik hingga cara mengawal kebijakan,” jelasnya.
‎
‎Ia mengatakan, mahasiswa juga perlu memahami jalur penyampaian aspirasi agar mengetahui forum yang tepat untuk memperjuangkan kepentingannya.
‎
‎“Yang mereka resapi adalah bagaimana mengetahui langkah tepat ketika menyampaikan aspirasi, termasuk harus melalui ruang atau forum mana,” paparnya.
‎
‎Selain menyampaikan pendapat, mahasiswa perlu mengawal dan mengevaluasi kebijakan untuk memastikan aspirasi memperoleh tindak lanjut yang jelas.
‎
‎“Bagaimana mereka bisa melakukan pengawalan, melihat substansi aspirasinya, dan bersama-sama mengawal isu sosial,” kata Cintya.
‎
‎Ia mengingatkan, komunikasi terbuka antara masyarakat dan wakil rakyat harus diperkuat agar perbedaan pandangan tidak memicu konflik.
‎
‎“Jangan sampai justru terjadi permusuhan yang dilanggengkan antara wakil rakyat dan mereka yang diwakili,” tegasnya.
‎
‎Anggota Senat Mahasiswa FUB UGM, Farrel Adnan Valeska, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap dinamika legislatif.
‎
‎“Tujuan kegiatan ini adalah membangun kepedulian teman-teman mahasiswa sekaligus menyediakan sarana komunikasi langsung dengan anggota legislatif,” ujar Farrel.
‎
‎Menurutnya, dialog tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami dinamika kerja lembaga legislatif daerah secara langsung.
‎
‎“Di sini mahasiswa bisa memahami bagaimana dinamika yang ada di legislatif daerah,” katanya.
‎
‎Farrel menilai, pemahaman mengenai lembaga legislatif perlu dibarengi komunikasi antara mahasiswa, masyarakat, dan para pengambil kebijakan.
‎
‎“Harus ada penjembatan komunikasi antara legislatif di pemerintahan dengan mahasiswa ataupun rakyat,” tuturnya.
‎
‎Ia berharap, kegiatan tersebut mampu membuka ruang kolaborasi sehingga mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi sekaligus memahami proses pengambilan keputusan.
‎
‎Sekolah Legislasi 2026 diharapkan mendorong generasi muda lebih aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui komunikasi, partisipasi, dan pengawalan kebijakan yang berkelanjutan.(waw)

Berita Terkait

Danang Maharsa: Pemimpin Sejati Tak Boleh Tutup Mata Terhadap Masalah Sampah
Tak Sekadar Administrasi, Susanto Dwi Antoro Minta RT/RW Hadir Selesaikan Konflik Warga
Kabupaten Sleman Tuan Rumah Festival Bregada, Dikuti 18 Kontingen Juara
Padmasangita Bersama HARPI Melati Pertahankan Nilai Luhur Tradisi Tarapan di Yogyakarta
Jauhkan Pelajar dari Pergaulan Negatif, Wabup Sleman Wadahi Kreasi Band Remaja
Menagih Janji Hasto-Wawan: Enam Program Kampanye yang Masih Dinanti Warga Kota Jogja
Pacu Wisata Destination Wedding, InJourney Buka Akses Pernikahan di Candi Prambanan dan Borobudur
Wajib Tonton! Jogja Bay Hadirkan ‘Bay Culture Show’, Kombinasi Budaya Lokal dan Aksi Modern

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Danang Maharsa: Pemimpin Sejati Tak Boleh Tutup Mata Terhadap Masalah Sampah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Cintya Tegaskan Pentingnya Peran Anak Muda dalam Mengawal Kebijakan Publik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Tak Sekadar Administrasi, Susanto Dwi Antoro Minta RT/RW Hadir Selesaikan Konflik Warga

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Kabupaten Sleman Tuan Rumah Festival Bregada, Dikuti 18 Kontingen Juara

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Padmasangita Bersama HARPI Melati Pertahankan Nilai Luhur Tradisi Tarapan di Yogyakarta

Berita Terbaru