GERBANGPATRIOT.COM, Yogyakarta – Membangun peradaban tidak cukup hanya dengan mencetak lulusan perguruan tinggi. Fondasinya perlu ditanamkan sejak usia dini melalui pendidikan yang berkelanjutan, lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, serta penanaman nilai-nilai kehidupan.
Semangat tersebut terus dikembangkan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui penguatan ekosistem pendidikan, salah satunya dengan menghadirkan Sunshine Daycare UMY.
Bendahara Badan Pembina Harian (BPH) UMY, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., menilai pengembangan layanan pendidikan sejak usia dini merupakan bagian penting dari ikhtiar Muhammadiyah dalam mempersiapkan generasi yang mampu berkontribusi bagi kemajuan peradaban.
Menurutnya, pendidikan umat Islam masih menghadapi tantangan besar untuk menjadi penggerak utama kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan kebudayaan. Karena itu, perubahan perlu dimulai melalui pendidikan yang mengutamakan keunggulan, kedisiplinan, kebersihan, kerapian, serta pembentukan karakter.
“Kalau kita ingin menjadi nakhoda peradaban, prosesnya harus dimulai sekarang. Kita perlu membangun pendidikan yang unggul dan berkemajuan secara konsisten,” ujar Ikhwan dalam peluncuran resmi Sunshine Daycare UMY di UniRes Putri UMY, Kamis (22/10/2026).
Ia mengapresiasi inovasi UMY dalam menjawab kebutuhan sivitas akademika dan masyarakat. Kehadiran Sunshine Daycare, yang akan disusul rencana pengembangan TK Sunshine, dinilai menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang semakin lengkap dan terintegrasi.
Menyiapkan Fondasi Pendidikan Sejak Usia Dini
Pengembangan ekosistem tersebut diarahkan untuk menciptakan kesinambungan layanan pengasuhan dan pendidikan, mulai dari usia dini hingga pendidikan tinggi. Melalui pendekatan tersebut, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penanaman nilai dalam setiap tahap perkembangan peserta didik.
Ikhwan menggambarkan potensi kesinambungan layanan pendidikan di lingkungan UMY melalui Sunshine Daycare, rencana pengembangan TK Sunshine, keberadaan SD Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), pembangunan SMP MSUS, serta rencana pendirian SMA MSUS.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, peserta didik juga memiliki peluang melanjutkan pendidikan tinggi di UMY yang menawarkan berbagai program studi dengan orientasi internasional.
Menurut Ikhwan, keterhubungan antarlembaga tersebut dapat menjadi modal penting untuk membangun lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan anak secara berkelanjutan. Namun, kesinambungan layanan perlu disertai standar mutu yang terjaga pada setiap jenjang.
Ia juga menekankan pentingnya pembiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan, kerapian, kedisiplinan, dan budaya literasi. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan sejak dini agar tumbuh menjadi kebiasaan yang mendukung pembentukan karakter generasi mendatang.
Pendidikan yang Terbuka dan Inklusif
Selain mendorong keunggulan, Ikhwan mengingatkan bahwa ekosistem pendidikan Muhammadiyah perlu terus mempertahankan karakter inklusif. UMY, menurutnya, terbuka bagi mahasiswa dari beragam latar belakang, termasuk mereka yang tidak berasal dari keluarga atau lingkungan Muhammadiyah.
Ia merujuk pada penelitian Prof. Muhammad Faris Al-Fadhat yang menunjukkan bahwa mahasiswa berlatar belakang Muhammadiyah bukan kelompok mayoritas di UMY. Temuan tersebut, menurutnya, dapat menjadi bahan refleksi mengenai keterbukaan institusi pendidikan Muhammadiyah terhadap masyarakat luas.
Pendidikan perlu menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan beragam latar belakang sekaligus menumbuhkan pemahaman terhadap perbedaan. Dengan demikian, proses pendidikan dapat mendorong dialog dan kerja sama, bukan memperlebar jarak antarkelompok.
“Kehadiran Sunshine Daycare diharapkan menjadi salah satu pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal lingkungan pendidikan UMY dan nilai-nilai yang dikembangkan di dalamnya,” ujar Ikhwan.
Menurutnya, UMY memiliki modal sumber daya manusia yang besar untuk mendukung upaya tersebut, dengan sekitar 700 dosen dan lebih dari 1.000 tenaga kependidikan. Potensi tersebut perlu dikelola secara optimal untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
Dari Inovasi Menuju Kepercayaan Masyarakat
Komitmen membangun ekosistem pendidikan juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UMY, Prof. Dr. Dyah Mutiarin, S.IP., M.Si. Ia menjelaskan bahwa gagasan menghadirkan layanan pengasuhan anak berawal dari aspirasi dosen dan tenaga kependidikan yang membutuhkan fasilitas pendampingan anak ketika menjalankan pekerjaan, termasuk kegiatan mengajar dan penelitian.
Aspirasi tersebut telah muncul sekitar 17 tahun lalu. Kehadiran Sunshine Daycare menjadi langkah untuk menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memperluas manfaat layanan UMY bagi masyarakat.
Sunshine Daycare tidak hanya diperuntukkan bagi sivitas akademika UMY, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum serta warga Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di lingkungan sekitar.
Pengembangan layanan tersebut memperlihatkan bahwa ekosistem pendidikan tidak berdiri sendiri. Dukungan terhadap keluarga, khususnya dalam pengasuhan anak, menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang memungkinkan orang tua menjalankan peran profesional tanpa mengabaikan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Kehadiran fasilitas tersebut juga diharapkan dapat mendukung produktivitas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Dengan memperoleh layanan pengasuhan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak, orang tua dapat menjalankan kegiatan akademik maupun pekerjaan dengan lebih tenang.
Bagi UMY, pengembangan ekosistem pendidikan merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan inovasi, kolaborasi, dan konsistensi dalam menjaga kualitas. Sunshine Daycare menjadi salah satu langkah konkret untuk memperluas peran universitas, tidak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan yang mendukung pendidikan dan kesejahteraan keluarga.
Ikhwan dan Dyah berharap berbagai inovasi yang dikembangkan UMY dapat terus memperkuat kepercayaan masyarakat serta memberikan manfaat yang semakin luas. Dengan standar keunggulan dan nilai-nilai Islam Berkemajuan yang dijaga secara konsisten, pendidikan diharapkan menjadi jalan untuk menyiapkan generasi yang mampu mengambil peran dalam membangun peradaban. (lsi)
Sumber : Humas Umy















