Solusi Effendy Untuk Guru Honorer yang Selama Ini Belum Rampung,

Minggu, 23 September 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM— Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah telah menemukan solusi bagi persoalan guru honorer yang selama ini belum rampung.

Muhadjir mengatakan, pemerintah mengimbau para guru honorer untuk tetap fokus mengajar dan mendidik para siswa. “Mudah-mudahan ini adalah solusi yang terbaik.

Dengan kerendahan hati saya mohon kepada para guru untuk kembali kesekolah mereka masing-masing untuk membina, mengasu, mengantar, dan mengajar anak-anak didik kita

Tetap fokus mengajar di sekolah,”  kata Muhadjir dalam pernyataan tertulis, Ia menegaskan, para guru honorer agar tak lagi melakukan kegiatan di luar tugasnya sebagai guru karena pemerintah telah memberi solusi.

Baca juga: Menpan RB Setujui Angkat 100.000 Guru PNS Baru, Honorer Jadi Prioritas Para guru honorer berusia lebih dari 35 tahun dapat mengabdi untuk negara melalui pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Proses seleksi itu akan dilakukan setelah seleksi CPNS 2018 selesai. “Untuk para guru honorer  yang tidak memenuhi syarat karena usia, pintu alternatifnya melalui seleksi PPPK dengan kualitas tetap diutamakan,” kata dia.

 

Tak boleh lagi angkat guru honorer Oleh karenanya, Mendikbud mengimbau kepada pemerintah daerah dan kepala sekolah untuk tidak lagi mengangkat guru honorer. Dia mengatakan, imbauan ini sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Mendikbud mengajak pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat agar dapat bekerja sama dalam memberikan perhatian terhadap berbagai permasalahan, termasuk masa depan guru. “Semua ini tidak boleh lepas dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak dalam menyelesaikan masalah dan memikirkan masa depan guru,” ujar Muhadjir.

Berita Terkait

Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang
Prioritas Pimpinan Bisa Membuat Pekerjaan Penting Lain Terlupakan
Olahan Singkong Jadi Sushi, Untirta Dorong Kreativitas Pangan Lokal di Pasanggrahan
Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Gagas Penguatan Literasi Akademik Mahasiswa Indonesia di Kairo
KMHDI Gelar Kongres Nasional Mahasabha XIV di Lampung, Fokus Akselerasi Pembangunan Bangsa
Siaga Bencana, Mahasiswa KKM Tematik Untirta Kelompok 7 Sosialisasi Destana di Desa Ciparahu
Tim Debat Bahasa Arab UMY Raih Juara II Nasional di MTQMN 2025 Kalimantan Selatan
PENDEKATAN MULTI DISIPLIN DALAM KUANTUM EKONOMI

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:06 WIB

Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:17 WIB

Prioritas Pimpinan Bisa Membuat Pekerjaan Penting Lain Terlupakan

Senin, 8 Juni 2026 - 09:51 WIB

Olahan Singkong Jadi Sushi, Untirta Dorong Kreativitas Pangan Lokal di Pasanggrahan

Sabtu, 4 April 2026 - 08:50 WIB

Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Gagas Penguatan Literasi Akademik Mahasiswa Indonesia di Kairo

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:55 WIB

KMHDI Gelar Kongres Nasional Mahasabha XIV di Lampung, Fokus Akselerasi Pembangunan Bangsa

Berita Terbaru

Yogyakarta

Lima Lurah PAW Dilantik, Harda Minta Hapus Kubu

Kamis, 8 Okt 2026 - 16:26 WIB